Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Mar 2019 11:22 WIB

Lagi, Jokowi Singgung Kerugian Macet Jabodetabek Rp 65 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal kerugian yang diakibatkan oleh kemacetan di Jabodetabek. Dia menyebut, kerugian tersebut sudah terjadi puluhan tahun dan nilai per tahunnya Rp 65 triliun.

"Karena sering yang saya sampaikan kemacetan yang terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ini sudah menimbulkan kerugian yang sangat besar, bukan per tahun tapi berpuluh-puluh tahun," kata Jokowi saat Ratas kebijakan pengelolaan Transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Jokowi bilang, angka kerugian berdasarkan hasil studi Kementerian PPN/Bappebas menunjukkan angka Rp 65 triliun per tahun.

"Studi Bappenas ditemukan angka kerugian Rp 65 triliun karena kemacetan di Jabodetabek setiap tahunnya, dan bahkan Pak Wapres, Pak Gubernur menyampaikan angka sampai Rp 100 triliun ini jumlah yang besar sehingga perlu diselesaikan," ujar dia.


Untuk menyelesaikan persoalan macet du Jabodetabek. Jokowi meminta kepada seluruh pejabat pusat dan daerah untuk menghilangkan ego sektoralnya masing-masing.

"Tidak ada lagi yang namanya ego sektoral lagi, ego kementerian, ego daerah saya kira semua yang ada adalah kepentingan nasional," tegas dia.

Tidak hanya itu, Mantan Wali Kota Solo ini juga mengingatkan pentingnya pengintegrasian sistem transportasi dengan tata ruang masing-masing daerah, serta ketersambungan antar moda seperti MRT, LRT, Transjakarta, KRL Commuter Line, dan angkutan umum lainnya.

"Saya meyakini langkah-langkah tersebut akan mengurangi kemacetan di Jabodetabek dan kita harapkan dengan selesainya nanti MRT dan LRT dan lainnya akan mendapatkan sebuah layanan transportasi masal yang aman dan nyaman," ungkap dia.

(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed