Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Mar 2019 17:52 WIB

Jokowi: Sudah Bukan Zamannya Padi Dijemur

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Andhika Prasetya/detikcom Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada perbankan BUMN untuk bantu memudahkan para petani dalam mengakses kredit. Pasalnya, modal dari kredit ini bisa memberikan banyak manfaat pada kondisi pasca panen.

Menurut Jokowi, jumlah atau hasil produksi pertanian akan memiliki nilai tambah jika penanganan pasca panennya sudah baik. Misalnya, kata Jokowi, dalam hal penggilingan padi dan pengemasan suatu produk.

"Mindset bahwa keuntungan di pertanian dan perkebunan justru di pasca panen. Sehingga saya ajak pada bapak ibu sekalian agar mulai berpikir pasca panen," kata Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional HKTI di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Salah satu yang bisa dilakukan oleh petani adalah investasi teknologi pengering (dryer) atau rice mill unit (RMU). Sehingga, pengemasan dari sebuah produk pun bisa memiliki nilai tambah yang tinggi.


"Ini saya lihat sudah mulai kita arahkan ke sana dan perbankan harus berperan. Problem sekarang pemberian RMU untuk kemasan dan perlu dukungan perbankan," ujar dia.

"Ini ada BTN, Mandiri, BRI agar produsen diberikan support sebanyak banyaknya sesuai kebutuhan di lapangan," tambahnya.

Di era teknologi yang canggih seperti sekarang, kata Jokowi sudah tidak zamannya lagi mengeringkan hasil produksi seperti padi dan jagung dengan cara dijemur.

"Ini sudah bukan zamannya lagi, dari saya kecil di desa masih dijereng, dipepe, dijemur. Ini sudah harus disetop. Begitu panen masuk dryer kering masuk rice mill. Harus begitu," ungkapnya.




Simak Juga 'Kata Jokowi Beras Bulog Tokcer Tanpa Cacat':

[Gambas:Video 20detik]



Jokowi: Sudah Bukan Zamannya Padi Dijemur
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com