Hindari Pungli, Jembatan Timbang akan Di-outsourcing

Hindari Pungli, Jembatan Timbang akan Di-outsourcing

- detikFinance
Jumat, 23 Sep 2005 16:17 WIB
Jakarta - Jembatan timbang seringkali digunakan oknum-oknum tertentu untuk menarik ongkos-ongkos tak resmi alias pungli. Pemerintah pun akan segera melakukan outsourcing atau menyerahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga. "Itu salah satu yang harus kita benahi. Dan peraturan melakukan outsourcing terhadap jembatan timbang harus kita lakukan," kata Menteri Pehubungan Hatta Rajasa dalam pertemuan tripartit antara pemerintah, pengusaha dan buruh di Gedung Depnaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (23/9/2005).Diakui Hatta, pungli di jembatan timbang ini sangat meresahkan pengusaha karena mengurangi pendapatannya. "Soal pungli ini yang menghantui masyarakat transportasi kita, 20 persen revenue-nya hilang. Artinya jika kita menghilangkan pungli ini relatif pendapatnya akan naik 20 persen," katanya. Pungli di jembatan timbang tersebut, tegas Hatta, sedang dibenahi. Dan untuk outsourcing jembatan timbang saat ini sudah dilakukan di daerah Sumatera Barat. Selanjutnya pengelolaan dengan menggandeng pihak ketiga ini juga akan dilakukan di wilayah Jawa.Dan jika outsourcing di Jawa sukses, maka akan dilanjutkan untuk seluruh jembatan timbang di seluruh Indonesia. Namun jika gagal, maka jembatan timbang itu ditutup. "Kalau tidak, tutup jembatan itu dan bangun jalan yang mampu menerima tekanan 20 ton," tegas Hatta.Namun ia mengakui bahwa pemerintah tidak mampu membangun jalan yang sekelas lebih dari 20 ton.Dephub juga telah menutup beberapa jembatan timbang karena disalahgunakan dan dijadikan perda untuk memperoleh pendapatan daerah.Menurut politisi dari PAN ini, fungsi jembatan timbang adalah untuk menjaga agar jalan tidak cepat rusak karena tekanan atau tonase dari kendaraan yang melebihi kemampuan menahan tekanan gandar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads