Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Mar 2019 13:46 WIB

SMK Paling Banyak Nganggur, Darmin: Mereka Pilih-pilih Kerja

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul/detikFinance Foto: Selfie Miftahul/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan penyebab lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menganggur karena kurikulum dan individunya yang pilih-pilih kerjaan.

Hal itu diungkapkan usai membuka dan memberikan arahan pada pameran IndoBuildTech Expo di ICE BSD, Banten, Kamis (21/3/2019).

"Ya itu salah satunya, tapi salah satu yang lain juga mereka memilih-milih kerja, iya kan," kata Darmin.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Agustus 2018 angka pengangguran di Indonesia sebesar 5,34% atau setara 7,001 juta orang.

Angka pengangguran tersebut berasal dari pendidikan SMK sebesar 11,24%, lulusan SMA sebesar 7,95%, lulusan diploma I/II/III sebesar 6,02%, lulusan universitas sebesar 5,89%, lulusan SMP sebesar 4,80% dan lulusan SD sebesar 2,43%.


Darmin mengatakan, upaya yang akan dilakukan pemerintah guna menekan tingkat pengangguran terbuka khususnya bagi lulusan SMK adalah dengan merombak kurikulumnya.

"Pertama-tama kurikulum, dia tidak pernah dirancang dengan baik sehingga tidak cocok dengan kebutuhan industri, jadi kita mau melakukan full tahun depan, tahun ini harus kita mulai," ujar Darmin.

Darmin menjelaskan, kurikulum tingkat SMK masih kurang fokus dan masih banyak yang tidak sejalan dengan kebutuhan industri.

"Kita harus buat, kurikulumnya bagaimana, metode belajar mengajarnya bagaimana, berapa persen di kelas, berapa persen praktik, berapa persen magang," jelas dia.



Tonton Juga "Beda Jurus Ma'ruf-Sandi Tuntaskan Pengangguran":

[Gambas:Video 20detik]


SMK Paling Banyak Nganggur, Darmin: Mereka Pilih-pilih Kerja
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed