Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Mar 2019 21:18 WIB

Jokowi Berencana Pangkas Pajak, TKN: Masih Dikaji

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: dok. pribadi Foto: dok. pribadi
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi angin segar soal pemangkasan pajak penghasilan (PPh) orang pribadi. Dia menyatakan akan melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai Sri Mulyani baru sekedar mengkaji rencana tersebut.

"Ini mungkin saya kira Ibu Sri Mulyani masih mengkaji secara mendalam terlebih dahulu ya soal kemungkinan itu," kata Ace kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya rencana itu merupakan hal yang positif, karena di samping pemerintah berupaya mengejar penerimaan negara dari pajak, pemerintah juga tidak ingin membebani masyarakatnya.

"Begini, kita harus lihat bahwa kalau kita ingin di satu sisi harus menaikkan penerimaan negara melalui pajak ya, tapi di sisi lain kan kita juga jangan sampai memberatkan masyarakat dengan berbagai macam pungutan, dengan pajak penghasilan perorangan," jelasnya.

"Tapi kan ini harus dihitung juga gitu ya berapa persen penerimaan pajak perorangan, berapa persen dari pajak korporasi, berapa persen dari yang lainnya," paparnya.


Soal wacana semacam ini, Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah lebih dulu menjanjikan untuk memangkas pajak penghasilan (PPh) 5-8% dari posisi saat ini. Namun Ace memastikan pemerintah tidak meniru program tersebut. Pasalnya pemerintah lebih tahu apa yang harus dilakukan.

"Ya kan yang tahu tentang kondisi keuangan negara itu menteri keuangan sendiri. Ya itu lah, yang tahu tentang kondisi keuangan negara menteri keuangannya sendiri," tambahnya.

Sebelumnya, saat ditanya berapa angka yang ideal dari pemangkasan tarif PPh seperti yang mau dilakukan Prabowo-Sandi, Sri Mulyani menyatakan butuh perhitungan. Misalnya jika basis pajaknya (tax base) tetap alias tidak bertambah, maka penurunan tarif (rate) pajak akan berdampak pada turunnya penerimaan.

"Saya mungkin nggak akan ngomong begitu ya. Begini saja, sebetulnya kalau dari sisi penerimaan negara, kalau tax base-nya sama tapi rate-nya turun pasti akan ada penurunan (penerimaan)," katanya saat ditemui di MidPlaza Hotel, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menurunkan PPh. Namun itu perlu dilihat lebih dulu, apakah perluasan basis pajak bisa dilakukan dengan cepat sehingga bisa mengkompensasi turunnya penerimaan negara akibat penurunan tarif pajak.

"Kan tax base juga bisa diperluas, jadi ini juga akan jadi sesuatu yang akan kita lihat, seberapa cepat perluasan tax base untuk mengkompensasi penurunan," sebutnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed