Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Mar 2019 11:30 WIB

Pameran Produk Lokal Ini Incar Transaksi Miliaran Dolar

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kementerian Perdagangan melakukan promosi produk nasional berkualitas ke pasar global dengan menggelar pameran dagang Trade Expo Indonesia 2019.

Dalam pameran tersebut Kemendag akan menghimpun produk-produk potensial ekspor dari seluruh Indonesia. Salah satu tujuan pameran ini adalah untuk mengajukan dan menunjukkan produk unggulan Indonesia secara internasional.

"Pameran adalah salah satu upaya kita dalam lakukan promosi baik di dalam dan luar negeri. Pameran ini bertujuan untuk mempromosikan produk nasional berkualitas yang diproduksi di Indonesia ke pasar global, mengembangkan jejaring bisnis dan investasi, serta menyajikan display produk unggulan dan terbaik Indonesia," ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda, di kantornya, Senin (25/3/2019).

Setidaknya menurut Arlinda nantinya akan ada 750 stand yang disediakan untuk memperkenalkan produk-produk potensial di Indonesia. Akan ada produk potensial mulai dari produk kuliner nusantara, produk premium dan kreatif, jasa dan manufaktur, dan lainnya.



Arlinda pun menjelaskan nantinya bukan hanya ada pameran namun Kemendag juga akan membantu program business to business (B to B) untuk menghubungkan para pembeli dari seluruh dunia ke penyedia produk lokal di Indonesia disana. Salah satunya dengan program penjajakan kesepakatan dagang (business matching) antara pembeli dengan produsen lokal.

Pameran dagang ini akan dihelat di ICE BSD, Tangerang, pada 16-20 Oktober 2019. Nantinya, para pembeli global dan produsen lokal akan berkumpul di sana.

Arlinda menilai pameran dagang ini potensinya cukup besar. Contohnya saja kenaikan transaksi yang terjadi pada gelaran Trade Expo Indonesia 2018.

"Tahun 2018 saja transaksi yang dihasilkan cukup fantastis, tahun lalu pengunjung kita sebanyak 333.333, meningkat 16,5% jika di-compare sama 2017. Yang paling menggembirakan adalah transaksi di tahun 2018 senilai US$ 8,49 miliar, padahal targetnya hanya US$ 1,5 miliar," ungkap Arlinda.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed