Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Mar 2019 14:09 WIB

Cerita Joshua, dari 'Diobok-obok' hingga Bangun Perusahaan Komedi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Herdi Alif Al Hikam Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta - Majelis Lucu Indonesia (MLI), nama tersebut cukup populer di dunia komedi anak muda di Indonesia saat ini. Lelucon yang segar dan out of the box menjadi senjata mereka.

Namun, siapa sangka MLI ternyata sebuah perusahaan, bukan hanya sebuah grup lawak. Uniknya, ternyata memang komedi bukan lagi sebuah kesenian saja namun juga sebuah bisnis yang menjanjikan.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO MLI yang juga seorang Comic alias Stand Up Comedian, Joshua Suherman. Menurut mantan penyanyi cilik ini, industri komedi di Indonesia sangat luas dan bisa masuk ke dalam segala lini kesenian.

"Demand-nya tuh gede banget, semua aspek itu bisa dimasukin komedi sekarang. Karena demand-nya ada banyak, nah makanya gue sama teman-teman mau menjembatani supply dan demand-nya, dari situ lah kita bergerak bikin perusahaan yang serius mengurusi komedi," ungkap Joshua di acara Indonesia Future Fest 2019, di FX Sudirman, Jumat (29/3/2019).

Siapa sangka, Jojo; panggilan akrab Joshua, yang populer dengan lagu 'diobok-obok' ini berhasil mengembangkan MLI bersama rekan-rekannya yang lain. General Manager MLI, Gianluigich menegaskan bahwa memang semua hal bisa di-lucu-kan.

"Ya memang semua hal sekarang ini bisa jadi lucu. Komedi itu bisa masuk kemana-mana, sekarang Comic bukan cuma bisa stand up aja, orang sibuk aja rekrut talent, nah kita lebih luas dari itu," ungkap Gian.



Lebih lanjut Jojo menjelaskan, komedi bukan hanya sekedar melucu saja. Lebih dalam ada banyak yang harus diurusi di dalamnya.

"Nggak ada nih yang aware sama bidang komedi ini, misalnya IP (kekayaan intelektual) si komedian. Terus mereka sebagai supply butuh manajemen yang menjembataninya kan," ungkap Jojo.

Lebih lanjut Adrian Qalbi sebagai Komisaris Utama MLI menjelaskan legalitas salah satu yang sangat difokuskan pihaknya. Menurutnya, karena potensi bisnis industri kesenian ini besar, maka legalitas sangat dibutuhkan.

"Kan ada duit yang berputar ya maka lu harus jadi entitas kan yang jelas dan diakui secara hukum. Nah kita mau kita jadi entitas yang diakui. Itu orang selalu anggap remeh. Banyak kan artis-artis yang dirugikan karena dia tidak ada legalitas di dasarnya," ungkap Adrian.

"Sekarang kreasi itu juga harus dikapitalisasi ya, legalitas harus jelas, aware kesana itu harus lebih ditekankan," tambahnya.




Simak Juga 'Joshua Suherman Kini Jadi Konsultan Komedian':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed