Harga Makanan&Minuman Naik 3%

Dampak Kenaikan BBM

Harga Makanan&Minuman Naik 3%

- detikFinance
Senin, 26 Sep 2005 14:08 WIB
Jakarta - Harga makanan dan minuman di luar makanan pokok akan mengalami kenaikan 2-3 persen akibat kenaikan harga BBM. Kecilnya pengaruh kenaikan harga BBM kali ini, karena pengusaha sudah melakukan penyesuaian sejak BBM industri naik pada Agustus 2005. "Kenaikan hanya berkisar 2-3 persen karena BBM industri sejak Agustus sudah naik. Apalagi kompetisi antarprodusen makanan sangat ketat, sehingga mereka juga harus menekan harga," kata Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Dharmawan di sela acara seminar restrukturisasi industri pupuk nasional di Hotel Atlet, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2005). Sedangkan untuk produk makanan dari industri usaha kecil menengah (UKM) seperti kacang dan keripik, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi kenaikan harga sekitar 5-10 persen. Sebaliknya untuk produk pertanian seperti beras, gula, minyak goreng curah paling sensitif dengan kenaikan harga BBM. Produk-produk ini diperkirakan akan mengalami kenaikan sampai 15 persen akibat tingginya ongkos transportasi.Sebenarnya, kata Thomas, kenaikan harga barang bisa ditekan apabila beban transportasi seperti jembatan timbang dan pungutan liar (pungli) dikurangi. "Contohnya biaya jembatan timbang dan retribusi bongkar muat barang harus bisa dihilangkan," kata Thomas. Biaya transportasi mengambil porsi terbesar atas kenaikan harga makanan, terutama terhadap produk pertanian. Berbeda dengan industri yang punya pabrik menyebar sehingga biaya transportasi bisa ditekan. "Biayanya menjadi tinggi karena berangkat penuh barang, pulang kosong, sehingga biaya transportasi mahal," ujarnya.Mengenai pasokan makanan dan minuman menjelang puasa dan Lebaran, menurut Thomas, sampai saat ini relatif aman. Produsen sudah menambah pasokan dan mengontrol sampai ke tingkat ritel, seperti untuk biskuit dan softdrink.Diakui, tingkat belanja masyarakat sepekan terakhir mengalami kenaikan. Diperkirakan, masyarakat akan kembali melakukan pembelian besar-besaran pada 25 Oktober 2005 atau menjelang Lebaran nanti. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads