Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 30 Mar 2019 22:03 WIB

Alasan Jokowi Anggaran Infrastruktur Lebih Besar dari Pertahanan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal anggaran pertahanan yang rendah dan membandingkannya dengan Singapura. Hal itu disinggung Prabowo saat sesi tanya jawab dengan Joko Widodo (Jokowi).

Terkait anggaran, Jokowi memang mengakui bahwa anggaran di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bukan yang paling besar. Sebab, kata Jokowi, saat ini pemerintah sedang fokus terhadap pembangunan infrastruktur.

"Mengenai anggaran pertahanan, memang kita sekarang ini kita baru prioritas pada pembangunan infrastruktur," kata Jokowi dalam Debat Keempat Capres di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).


Walau begitu, Jokowi percaya, bahwa suatu saat nanti bisa menjadikan sektor keamanan dan pertahanan menjadi prioritas. Terutama saat kondisi ekonomi baik global maupun dalam negeri sudah berkembang.

"Pada suatu saat karena ekonomi dunia pada posisi normal, kita akan bisa beri anggaran terbaik pada TNI dalam bangun alutsista lebih baik. Kalau bapak bandingkan dengan negara-negara tetangga memang anggaran kita lebih kecil," kata Jokowi.


Jokowi meyakini bahwa tidak ada invasi dari negara lain. Menurutnya, hal yang harus diperhatikan adalah justru keamanan dari dalam negeri.

"Tapi saya meyakini, 20 tahun ke depan, invasi dari negara lain ke negara kita dapat dikatakan tidak ada. Tapi yang perlu dicermati keamanan dalam negeri yang berkaitan dengan konflik," jelasnya.

"Perang teknologi, perang elektronik yang dilakukan dari luar menusuk ke dalam. pengembangan SDM, TNI, terutama penguasaan teknologi siber sangat dibutuhkan. kuncinya di sini," tuturnya. (fdl/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed