PLN Bersedia Pasok Listrik Semen Cibinong
Senin, 26 Sep 2005 17:57 WIB
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersedia memasok listrik kepada PT Semen Cibinong Tbk (SMCB) hanya pada siang hari, karena malam hari sudah mencapai beban puncak (peak time)."Kalau dia mau pakai siang hari, itu bagus dan tidak jadi masalah buat kita. Tapi kalau untuk malam hari pada saat peak time agak sulit, karena kita pakai BBM semua," kata Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN Ali Herman.Hal ini disampaikan dia dalam acara one day work shop recognition of terrorism in national vital object di Hotel Aston Atrium, Senen, Jakarta, Senin (26/9/2005). Menurut Ali, saat ini cadangan listrik PLN sebesar 1.200 MW (megawatt). Jika ada gangguan, maka tinggal menjadi 600 MW. "Dan jika dipakai pada saat peak time, kalau ada gangguan lagi, kita tidak punya cadangan lagi," ujar Ali.Ali menjelaskan, jika Semen Cibinong bersedia untuk menggunakan listrik PLN siang hari, maka semua waktunya menjadi peak time. "Berarti kalau siang, semua peak time," katanya.Diakui, adanya penggunaan listrik pada beban siang hari akan menghasilkan keuntungan bagi PLN. "PLN untung, pelanggan juga untung, karena ada cadangan beban listrik yang dipakai," ujarnya.Sejauh ini, menurut Ali, belum ada pembicaraan mengenai harga jual listrik ke Semen Cibinong. Namun PLN akan tetap mengenakan harga industri kepada Semen Cibinong.Ali juga menmbahkan, pada tahun 2006, PLN akan melakukan tambah daya listrik sebesar 2.600 MW. Pasokan itu berasal dari pembangkit di Cilacap, Tanjung Jati dan Cilegon."Dengan penambahan daya ini, maka kekurangan daya untuk industri akan dapat diupayakan," tutur Ali.
(ir/)











































