PIM Dapat Beroperasi Sampai Akhir Tahun
Senin, 26 Sep 2005 18:57 WIB
Jakarta - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bisa bernafas sedikit, setelah BP Migas memastikan ada pasokan gas untuk perusahaan, sehingga beroperasi lagi sampai akhir tahun 2005.Pasokan gas tersebut berasal dari dropping (pengalihan) kargo dari Korea yang saat ini formalitasnya sedang ditindaklanjuti Pertamina. Selain itu, ExxonMobil juga sudah menyatakan bersedia melakukan suplai gas lagi."PIM bisa jalan terus sampai akhir tahun 2005. Gas dari Exxon sudah tidak ada masalah ditambah dengan solusi dropping kargo dari Korea sebanyak dua kargo," kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika di sela acara seminar restrukturisasi industri pupuk nasional di Hotel Atlet, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2005). Namun untuk harga beli gas PIM ini, menurut Kardaya, masih belum final. Pasalnya, harga LNG terkait erat dengan harga minyak. Setelah dropping ini, untuk pasokan tahun 2006, menurut Kardaya, pihaknya akan membicarakan lagi apakah melalui dropping kargo lagi atau beli di pasar spot.Untuk pembelian LNG di pasar spot, menurut Kardaya, BP Migas telah melakukan pendekatan dengan produsen di Timur Tengah, yakni Qatar. Mengenai restrukturisasi pupuk nasioanl, Kardaya menilai, harus dipikirkan benar pemberian subsidi apakah diberikan ke pabrik pupuk atau petani.Selain itu, jika ingin mendirikan pabrik pupuk juga harus dilihat benar lokasi yang ada gasnya. Pasalnya, pembangunan pabrik yang tidak tepat justru akan menambah masalah pemerintah, contohnya PIM II."Jadi jangan bangun pabrik pada tempat yang gasnya sudah mulai berkurang atau gasnya sudah terkontrak dengan pihak lain," katanya. Untuk kontrak negosiasi gas yang sudah ditandatangani, menurut Kardaya, sebenarnya bisa dijadwal ulang, sepanjang ada kesepakatan oleh kedua belah pihak. Tapi untuk kontrak baru setelah tahun 2002, BP Migas dapat menjamin kepastian gas domestik, karena setelah tahun tersebut ada peraturan 25 persen diberikan ke dalam negeri.
(ir/)











































