BI: BBM Naik, Rupiah Cenderung Menguat

BI: BBM Naik, Rupiah Cenderung Menguat

- detikFinance
Senin, 26 Sep 2005 20:06 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai rupiah akan menguat dengan adanya kenaikan harga BBM. Kebijakan kenaikan harga BBM ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap otoritas fiskal dan moneter. Sehingga, rupiah akan menguat."Kalau kepercayaan itu sudah kembali, yang betul-betul meminta dollar adalah orang yang membutuhkan, misalnya untuk pembayaran utang luar negeri dan impor," kata Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin usai rapat tertutup dengan panitia anggaran DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/9/2005).Dengan naiknya harga BBM, besaran subsidi BBM yang ditanggung pemerintah akan menjadi realisitis. Hal itulah yang akan meningkatkan kepercayaan pasar. "Justru kalau subsidinya tidak realistis menyebabkan kepercayaan orang terhadap fiskal akan hilang," tambah dia.Apakah BI yakin rupiah akan menguat di bawah level Rp 10 ribu per 1 US$? "Harapan kita begitu karena confidence pelaku sudah kembali," jawab Aslim. Aslim menambahkan, yang mempengaruhi nilai tukar adalah permintaan dan penawaran di pasar valas. "Selama kebutuhan pasar dapat dipenuhi, kursnya akan stabil. BI akan all out mempertahankan kestabilan nilai tukar," kata dia.Namun, kenaikan harga BBM akan menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi. BI memperirakan, setiap 10% kenaikan harga BBM akan menyebabkan inflasi pada first round effect sebesar 0,2 % dan inflasi pada second round effect sebesar 0,3 %. "Jadi itu yang kita hitung-hitung dampaknya terhadap inflasi," ujar Aslim. (ism/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads