Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Apr 2019 15:44 WIB

Mau Terjun ke Bisnis Fashion? Simak Hal Ini Dulu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Malinda Amalia/Herdi Alif Alhikam Foto: Malinda Amalia/Herdi Alif Alhikam
Jakarta - Bisnis fashion sedang banyak dilirik masyarakat. Banyak yang menyebutkan industri ini potensi ekonominya besar di Indonesia.

Melihat potensi besar tersebut pasti banyak yang ingin mencoba berbisnis di dunia fashion. Tapi, sebelum itu mari simak Malinda Amalia Co Founder Linean, sebuah perusahaan fashion yang ramah lingkungan, berbagi tips dan trik untuk terjun ke dunia fashion.

Pesan pertama dari Malinda bagi yang ingin menggeluti dunia bisnis fashion hal pertama yang mesti dilakukan adalah paham dengan model bisnis. Salah satu caranya adalah dengan berkerja pada bisnis atau perusahaan orang lain terlebih dahulu.

"Kalau menurut aku adalah walaupun nggak tau business model seperti apa coba kalian itu bekerja dulu dengan orang gitu kalian mempelajari dulu bagaimana sih cara atasan ngetreat pegawainya gimana sih cara membangun kantor sendiri perusahaan sendiri," kata Malinda kepada detikFinance saat ditemui di sela acara Indonesia Future Fest 2019, di FX Sudirman, Minggu (31/3/2019).

Malinda juga menyarankan agar tidak ragu meskipun bekerja di perusahaan kecil yang masih merintis karirnya. Menurutnya justru pengalaman akan lebih banyak muncul di perusahaan tersebut.


"Nah kalau perusahaan kecil itu kan visi misi mimpinya besar kan lagi menggebu-gebu kalau kita misalnya kerja di perusahaan besar pastinya kita cuma ikuti regulasi yang atas kan kita nggak bisa terlalu involve, ketika kita kerja di start up (kecil) itu banyak banget pengalamannya," kata Malinda.

"Jadi kalau menurut aku nggak ada salahnya kerja dulu sama orang pelajari bisnis model dari segi FnB, Fashion atau apapun. Kalau ada yang cocok baru kita trial and error gitu ibaratnya," tambahnya.

Lebih lanjut menurut Malinda apabila sudah mengetahui model bisnis seperti apa, barulah bisa memulai sebuah usaha. Dalam memulai usaha di dunia fashion sendiri Malinda mengatakan untuk tetap cek ombak alias cek pasar saat pertama kali memproduksi barang.

Maksudnya, saat pertama kali melakukan produksi Malinda menyarankan jangan terlalu banyak kuantitasnya. Hal tersebut dilakukan agar produksi bisa berjalan dengan fleksibel tanpa menunggu produk yang pertama dibuat habis.



"Di awal itu kuantitas nggak usah terlalu banyak dulu agar fleksibel dan mudah move on ke hal lain. Gitu makanya Linean terus jalan karena kita evaluasi terus dan kulik lagi (setiap melakukan produksi)," ungkap Malinda.

Malinda mencontohkan apa yang terjadi pada bisnisnya, dalam perusahaannya saat dia memulai Linean. Dia hanya memproduksi sedikit barang, sehingga apabila barang pada produksi pertama tidak terjual bisa fleksibel ke produksi selanjutnya.

"Aku bilang mulai dari Linean buka kita cuma punya barang sedikit, sekitar 100 quantity. Tapi masing-masing sekitar 8 model, lalu kita jual nih beberapa nggak laku kan, tapi yang laku kita jual kita repeating buat lagi, produksi lagi," kata Malinda.

"Lalu kita move on pertiga bulan, setelah season pertama nggak laku, kita evaluasi kenapa sih nggak laku apakah terlalu basic atau apa, atau harganya nggak cocok," tambahnya.

Terakhir, Malinda berpesan apabila ingin merintis usaha, tidak boleh ada kata segan untuk terjun langsung ke lapangan. Mulai dari berburu bahan, mengukur, bahkan hingga menjahit sebagai pengusaha harus mengetahui semua hal tersebut.

"Menurut aku pertama kali bikin bisnis itu harus bener-bener terjun ke lapangan sih ke tempat paling bawah sekalipun. Harus terjun cari bahan, cari penjahit, harus tau ngukur-ngukur bahannya atau misalnya gimana marketingnya dan lain-lain," ungkap Malinda. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com