Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Apr 2019 19:18 WIB

Masih Sepi Penumpang, Bandara Kertajati Kurang Apa?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Tingkat keterisian (okupansi) penumpang di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati masih di bawah 70%. Hal ini pun membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat turun tangan dengan meminta ASN menggunakan penerbangan dari Kertajati.

Memang, Bandara Kertajati masih kurang apa sih hingga sepi peminat?

Menurut Pengamat Penerbangan Alvin Lie, rendahnya okupansi di Bandara Kertajati dikarenakan kurangnya promosi dari pihak pengelola. Sehingga tidak adanya penumpang yang berminat naik dari Kertajati.

"Kurang promosi, marketing. Apalagi, daerah juga nggak mempromosikan seperti apa, nggak membuktikan orang dari luar daerah untuk mengagumi daerah (Kertajati) seperti apa," kata dia kepada detikFinance, Rabu (3/4/2019).


Lie mengatakan agar pihak pengelola bisa mempromosikan bandara lebih gencar lagi, misalnya dengan membangun imej yang jelas. Sebab selama ini ia menilai Kertajati masih tak jelas arah pembangunannya.

"Cari konsultan yang benar dan betul komitmen untuk memasarkan Bandara Kertajatinya. Jadi pemasaran secara komprehensif, target pasar seperti apa, pesawat penumpang atau kargo posisinya," ungkap dia.

Dihubungi terpisah, Direktur Keuangan dan Umum BIJB Muhamad Singgih mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya meningkatkan okupansi dengan melakukan sosialisasi dan publikasi di daerah sekitar. Misalnya dengan menggelar kegiatan rutin dan menyebar iklan.

"Upaya upaya terus dilakukan dengan daya dukung yang ada, sosialisasi dan publikasi lewat media. Sosialisasi ke seluruh Pemda-Pemda di catchment area, mensosialisasikan ke ASN, iklan radio di Cirebon dan di kota-kota tujuan rute, kegiatan rutin, sosialisasi lewat medsos," pungkasnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com