Dilansir dari CNBC, Kamis (4/4/2019), pertemuan penting tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 4:30 sore Waktu AS di kantor oval, Gedung Putih.
Pertemuan antara Trump dengan Liu mendatang dilakukan untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah dirundingkan. Namun, menurut laporan Financial Times pada Selasa (2/4/2019), kendalanya terletak pada penerapan perjanjian.
Pada pertemuan lalu, penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudow mengatakan bahwa China mengakui keluhan yang disampaikan AS terkait perang dagang adalah benar. Keluhan-keluhan tersebut di antaranya, pencurian kekayaan intelektual, pengalihan teknologi secara paksa, dan peretasan di dunia maya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Melihat Ancaman Resesi yang Mengintai AS |
Pada intinya, perang dagang AS-China dititikkan pada penegakan hukum. Wakil Presiden Eksekutif Urusan Kamar Dagang Internasional AS Myrion Brilliant mengatakan pada CNBC Februari lalu, "tanpa adanya penegakan hukum, kesepakatan ini gagal. Perlu dipastikan kedua belah pihak percaya akan satu sama lain bahwa kesepakatan ini dapat berlanjut dan terverifikasi," (zlf/zlf)











































