Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 16:17 WIB

Target Peneriman Pajak Naik Terus, Pengusaha Nilai Tak Rasional

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Luthfy Syahban/Infografis Foto: Luthfy Syahban/Infografis
Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai bahwa target penerimaan pajak Indonesia selalu dirancang dengan tidak rasional.

Ketua Hipmi Tax Center Ajib Hamdani menjelaskan tidak rasionalnya rancangan target penerimaan pajak nasional karena selalu mengalami kenaikan di saat realisasinya tak pernah tercapai.

"Problemnya sejak 2009 penerimaan pajak tidak pernah 100% selalu ada shortfall," kata Ajib saat acara Diskusi Publik Urgensi Reformasi Pajak Indeks Ketaatan Pajak Vs Tragedi Pungli di Jakarta, Kamis (4/4/2019).


Ajib menceritakan, realisasi penerimaan pajak penerimaan 2018 hanya sekitar 90% atau masih ada kekurangan. Namun, di saat merancang target 2019, kembali dinaikkan 16% menjadi sekitar Rp 1.557 triliun.

Hal ini, kata Ajib, menimbulkan dampak buruk bagi ketaatan atau tingkat kepatuhan para wajib pajak (WP) salah satunya pengusaha. Apalagi, di satu sisi sistem pajak nasional masih sulit dipahami.

"Jadi kalau shortfall menjadi predictable, harusnya lebih well design, setelah setengah tahun terakhir lakukan ekstensifikasi saja. Mengapa di kuartal terakhir cenderung ekstensifikasi karena shofrtfall," ujar dia.

Hal-hal seperti itu, lanjut Ajib, membuat tingkat kepatuhan para WP pun masih rendah. Ditambah dengan sifat alamiah masyarakat yang lebih memilih untuk tidak melaporkan pajak.


Dia mencontohkan, salah satu WP memiliki tambahan penghasilan namun hal itu tidak dilaporkan kewajiban pajaknya. Namun, hal itu juga sebuah hal yang alamiah.

"Untuk mengukur ketaatan pajak buat pengusaha kalau bisa nggak bayar pajak nggak usah bayar pajak. Bagaimana pengusaha berpikir orientasi bisnis jangka panjang kalau ada yang bisa didesain itu alamiahnya," ungkap dia. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed