Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 17:11 WIB

Pengusaha Minta Sri Mulyani Turunkan Tarif Pajak Perusahaan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati untuk segara menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh).

Ketua Hipmi Tax Center Ajib Hamdani mengatakan, penurunan tarif PPh badan bisa mendongkrak bisa laju investasi di Indonesia. Investasi sangatlah penting untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Investasi adalah darah bagi pertumbuhan ekonomi. Kalau darahnya tidak ada, ekonomi kita lesu," jelas Ajib di acara Diskusi Publik Urgensi Reformasi Pajak Indeks Ketaatan Pajak Vs Tragedi Pungli di Jakarta, Kamis (4/4/2019).


Saat ini tarif pajak Indonesia memang bukanlah yang tertinggi, namun juga bukan juga yang terendah. Tarif PPh badan ditetapkan sebesar 25%, lebih dari dari Filipina (30%), Singapura (17%), Thailand (24%), dan Malaysia (24%).

Problematika pajak Indonesia dinilai Ajib belum "business friendly". Pajak dianggap terlalu rumit dan belum memiliki daya saing. Oleh karena itu, dia menilai perlu adanya insentif pajak agar dana segar dari investor bisa betah di Indonesia.


Dia mengungkapkan, ada tiga fokus yang bisa dijalankan pemerintah agar investasi masuk deras ke Indonesia. Pertama, membenahi aturan pajak yang dianggap masih rumit. Kedua, debirokrasi atau penyederhanaan birokrasi. Ketiga, reformasi struktural.

"Ini menjadi fokus Hipmi bagaimana agar tarif Pph badan diturunkan," tutur Ajib. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com