Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 17:15 WIB

Manfaatkan Go-Pay, Pedagang di Pasar Modern Ngaku Tambah Untung

Tia Reisha - detikFinance
Foto: Tia Reisha Foto: Tia Reisha
Jakarta - Transaksi dengan menggunakan GoPay telah dipakai lebih dari 50% para pedagang atau 170 pelapak sudah menggunakan Go-Pay sejak diperkenalkan pada Januari 2019. Pengelola mengaku para pedagang mengalami peningkatan pendapatan setelah memanfaatkan transaksi dengan non tunai tersebut.

"Kami sangat senang dan mengapresiasi kehadiran GoPay di Modern Town Market ini. Selain pengunjung jadi lebih mudah dalam berbelanja, para pedagang juga dapat terbantu dengan pencatatan arus kas yang lebih baik dan tidak bingung dengan uang kembalian, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam melayani pelanggan. Bahkan, sebagian dari mereka juga merasakan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan," ungkap Pengelola Modern Town Market Tangerang, Fenny Kurniasih di Tangerang, Kamis (4/4/2019).


Peningkatan pendapatan pun dirasakan oleh salah seorang pemilik lapak buah, Sobirin. Setelah menggunakan Go-Pay, pemasukannya perlahan mengalami kenaikan mulai dari 5% hingga kini bisa mencapai 20%. Ia juga mengatakan sekitar 80% transaksi di lapaknya sudah menggunakan GoPay.

"Penjualan dari Februari sampai sekarang naik sekitar hampir 20% karena Go-Pay. Karena semakin besar cashback GoPay, peminat juga semakin banyak. Rata-rata sekarang sehari minimal 50-an transaksi, maksimal sampai 98," kata Sobirin.

Ia juga mengatakan bahwa GoPay memberi banyak keuntungan lain. Misalnya ia terhindar dari pembeli yang membayar dengan uang palsu karena sebelum menggunakan dompet digital ini ia sudah beberapa kali tertipu oleh pembeli. Dalam sebulan, ia bisa mendapat satu kali transaksi menggunakan uang palsu pecahan Rp 50 ribu ataupun Rp 100 ribu.

"GoPay meminimalisir KKN dari karyawan karena karyawan tidak megang uang karena semua dibayar dengan Go-Pay dan kita lebih gampang me-manage hari ini dapat berapa, omzet berapa, jadi bisa lebih hati-hati," sambungnya.


Pihak Gojek mengaku pengenalan transaksi dengan GoPay ini bertujuan agar pelaku usaha mikro dapat merasakan manfaat dan kemudahan transaksi nontunai sehingga mereka dapat memajukan usahanya.

"Sejalan dengan misi untuk menjadi jembatan bagi pelaku UMKM untuk berkembang, GoPay secara konsisten menggandeng para pengusaha mikro dan memperkenalkan mereka dengan manfaat pembayaran nontunai. Kami memiliki tim khusus yang berperan untuk mengedukasi para pelaku UMKM di berbagai kota di Indonesia tentang teknologi pembayaran nontunai. Hal ini menjadi sangat penting bagi kami terutama mengingat bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang bahkan belum tersentuh layanan keuangan formal," ujar Head of Micro Merchant Regional Jabodetabek Go-Pay Eliawati Flavia.

Saat ini, Gojek telah menggandeng 360 ribu rekan usaha dengan hampir 40% di antaranya adalah pelaku UMKM. Hingga Maret 2019, sudah ada 40 pasar yang menerima manfaat pembayaran nontunai dengan GO-PAY dan 30 di antaranya berlokasi di wilayah Jabodetabek. (mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed