Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Apr 2019 10:06 WIB

Kisah Inspiratif

Raja Software Kanada yang Bangun Perusahaan di Basement Rumah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Kevin OLeary - Dok Reuters Foto: Kevin O'Leary - Dok Reuters
Jakarta -
Kevin O'Leary adalah seorang pebisnis dan investor yang sering mondar-mandir di layar televisi Kanada. O'Leary memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun. Ia dianggap sebagai jawaban Kanada untuk menyaingi Donald Trump.
O'Leary mendapatkan sebagian besar kekayaannya sebagai salah satu pendiri SoftKey, penerbit dan distributor perangkat lunak komputer rumahan berbasis CD-ROM. Dia memulai SoftKey pada tahun 1986 yang digagasnya dari basement rumahnya karena tidak bisa membeli kantor.
Jauh sebelum kesuksesannya bersama SoftKey, O'Leary memulai karirnya di Nabisco Foods pada awal 1980-an tepat saat dirinya masih menjadi seorang mahasiswa. Saat berada di sana, ia bekerja sebagai asisten manajer merek untuk merek makanan kucing Nabisco, dan ia memiliki andil dalam meningkatkan pangsa pasar perusahaan.
Setelah menyelesaikan studinya, O'Leary meminta dua kawan dekatnya, Scott Mackenzie dan Dave Toms untuk bekerja dengannya dalam sebuah proyek yang ia sebut Special Event Television (SET), yang merupakan sebuah perusahaan produksi televisi. SET menghasilkan pertunjukan olahraga, dan iklan singkat di antara waktu istirahat permainan hoki profesional lokal. Dengan keberhasilan tersebut kemudian saham perusahaannya dibeli seharga US$ 25.000.
Dengan keberhasilan sederhana itu, O'Leary mulai berperan untuk usaha bisnis berikutnya. Dia percaya dia menemukan peluang yang tepat, dalam dunia pengembangan perangkat lunak. Sekitar tahun 1980-an perangkat lunak belum menjadi industri miliaran dolar seperti sekarang ini, namun cerdiknya O'Leary melihat potensi dari sektor ini.

O'Leary sempat mencari investor memanfaatkan jaringannya di industri media lewat periklanan. Akhirnya dia mendapatkan investor yang ingin memberinya US$ 250.000. Namun, sebelas jam kemudian investor tersebut menarik kembali modalnya.
Penarikan itu memaksa O'Leary untuk kreatif dalam meluncurkan bisnisnya. Pada tahun 1986, pada usia 32, ia mengambil hasil dari penjualan SET acara televisinya, dan menambahkan investasi US$ 10.000 dari ibunya untuk memulai perusahaan SoftKey Software Products, Inc. Tidak dapat membeli ruang kantor, ia mulai mengoperasikan perusahaannya di basement rumahnya.
Setelah mengembangkan perangkat lunak, SoftKey harus menemukan cara menghasilkan uang. Kesuksesan besar pertama O'Leary datang ketika dia memikat produsen printer untuk menggabungkan produk SoftKey dengan perangkat keras.
Tidak lama kemudian, perusahaannya tidak dapat membuat perangkat lunak baru dengan cukup cepat untuk mengimbangi permintaan. O'Leary akhirnya mulai melisensikan perangkat lunak dari perusahaan lain untuk dijual dengan merek SoftKey.
Pada akhir 1980-an dan awal 90-an, pasar perangkat lunak yang berkembang pesat, dengan para pemain baru dan teknologi baru muncul dan menghilang setiap bulan. Selama periode inilah O'Leary dikenal karena gaya berbisnisnya yang terus terang dan agresif.
Dengan pendapatan tetap, SoftKey dapat membeli para pesaing yang tidak dapat menjual sebanyak produk sebanyak perusahaannya, dengan mengambil produk-produk terbaik dari para pesaing tersebut. Pada tahun 1994, hanya delapan tahun setelah diluncurkan di basement O'Leary, SoftKey adalah salah satu pemain utama dalam bidang perangkat lunak pendidikan.
Tahun berikutnya, ia membeli The Learning Company (TLC) seharga US$ 606 juta. Dengan akuisisi tersebut, O'Leary memindahkan kantor utama perusahaan ke Boston, dan mengadopsi The Learning Company sebagai nama baru untuk seluruh perusahaan.
Akuisisi ini mahal dan rumit, menyebabkan TLC terjun dalam dua tahun kerugian jutaan dolar pada 1996 dan 1997. Tetapi O'Leary melakukan reorganisasi, yang membuatnya mendapatkan pendapatan lebih dari US$ 800 juta pada tahun 1998.

Pada 1999, TLC adalah pemain yang terlalu besar untuk diabaikan. Akhirnya, pada akhir 1999, pembuat mainan Mattel datang mengetuk pintu O'Leary. Kali ini Mattel menawarkan sekitar US$ 4 miliar untuk membeli TLC dan 467 judul perangkat lunaknya.
Sebagai bagian dari kesepakatan dengan Mattel, O'Leary setuju untuk bekerja bersama pembuat mainan selama tiga tahun. Tetapi setelah hanya enam bulan, perusahaan memecat O'Leary, meskipun ia menerima pesangon US$ 5 juta, dampak dari penjualan akan berlangsung selama bertahun-tahun.
Tak lama setelah kesepakatan dengan TLC, Mattel melaporkan kerugian US$ 105 juta. Memicu para pengamat bisnis untuk menyebut kesepakatan itu salah satu transaksi yang paling berbahaya dalam sejarah perusahaan.
Ketika kerugian menumpuk, pemegang saham menggugat eksekutif puncak Mattel, bersama dengan O'Leary karena berbohong tentang kelayakan TLC selama proses akuisisi. TLC disebut-sebut menggunakan akuntansi yang tidak jujur untuk menyembunyikan kerugian dan meningkatkan pendapatan. Setelah dibawa ke meja hijau ternyata tidak ada tuduhan yang terbukti di pengadilan, tetapi Mattel tetap membayar US$ 122 juta untuk menyelesaikan kasus pada tahun 2003.
Dengan masalah hukum terkait Mattel di belakangnya, O'Leary mencari peluang investasi baru. Setelah tawaran yang gagal untuk membeli pembuat video game Atari, ia menjadi co-investor dan direktur di Storage Now, yang memproduksi fasilitas penyimpanan untuk perusahaan teknologi farmasi. Pada tahun 2003, ia membayar US$ 500.000 untuk 13% dari perusahaan. Pada 2007, ia telah menjual sahamnya lebih dari $ 4,5 juta.
Pada 2008, O'Leary ikut mendirikan O'Leary Funds, Inc. Penawaran perusahaan reksa dana fokus pada hasil dan pelestarian modal. Kini, O'Leary dikenal sebagai salah satu publik figur yang mondar mandir di televisi.
O'Leary ia terkenal karena perannya sebagai investor potensial di acara televisi Amerika "Shark Tank," di mana ia telah membintangi sejak 2009. Dia juga menjadi pembawa acara talk show di saluran televisi bisnis nasional Kanada, kemudian untuk acara Discovery Channel tentang perubahan iklim. Tak lama kemudian ia adalah co-bintang dari CBC News Network "The Lang and O'Leary Exchange." Dia juga muncul sebagai investor di acara Kanada yang disebut "Dragons 'Den."


(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed