Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Apr 2019 11:14 WIB

KM Kendhaga Nusantara I Angkut 1.000 Ton Beras ke Tahuna Via Tol Laut

Robi Setiawan - detikFinance
KM Kendhaga Nusantara I/ Foto: Dok Kemenhub KM Kendhaga Nusantara I/ Foto: Dok Kemenhub
Jakarta - Sebanyak 1.000 ton beras siap diangkut oleh kapal tol laut, KM Kendhaga Nusantara I. Beras tersebut akan dikirimkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju ke Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Tahuna, Sulawesi Utara pada 10 April 2019 mendatang.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan beras tersebut akan menambah stok pangan di daerah Terpencil, Tertinggal, Terdepan, dan Perbatasan (T3P).


"Saat ini sudah dilakukan proses loading barang di Surabaya dengan menggunakan 50 kontainer, dengan berat masing-masing 20 teus dan akan diberangkatkan tanggal 10 April 2019 ke Tahuna, yang selanjutnya akan didistribusikan ke pulau-pulau sekitarnya dengan KM Kendhaga Nusantara I setiba di Bitung," jelas Capt. Wisnu dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2019).

Ia menjelaskan pengangkutan tidak langsung ke Tahuna, tetapi kontainer akan dipindahkan di Bitung yang saat ini menjadi pelabuhan penghubung. Kemudian barang akan diangkut dengan kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara I dengan rute Bitung-Tagulandang-Tahuna-Melanguane-Miangas-Bitung.

Adapun pengangkutan ini merupakan hasil sinergi antara PT PELNI sebagai perusahaan jasa pelayaran nasional, dan Perum Bulog sebagai BUMN penyedia kebutuhan pangan.

Saat ini PELNI sudah melayani tol laut dengan rute Tanjung Perak-Makassar-Bitung-Tidore-Morotai-Buli-Maba-Gebe-Tidore-Tanjung Perak dengan kapal KM Logistik Nusantara 2 dan kapal KM Logistik Nusantara 3, untuk mengangkut barang-barang kebutuhan pokok dan barang penting.

Sebagai informasi, pemerintah terus mengembangkan konsep tol laut yang terintegrasi dan terkoneksi end to end, yang menghubungkan antarwilayah di Indonesia, serta dapat menjangkau wilayah T3P.

Agar konsep tersebut bisa diimplementasikan ke wilayah T3P diperlukan terobosan, salah satunya adalah inovasi media pengangkutan yaitu mini kontainer (MiniCont).

KM Kendhaga Nusantara I Angkut 1.000 Ton Beras ke Tahuna Via Tol LautFoto: Dok Kemenhub

Adapun untuk di Surabaya, konsep tol laut dimulai dengan kapal utama dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan kapasitas muatan container sampai dengan 300 teus, berangkat menuju Hub Port seperti Batam, Bitung/Tahuna, Kupang, Saumlaki, dan Biak.

Setelah tiba di Hub port, muatan kemudian dipindah ke kapal feeder (KM Kendhaga Nusantara I) dengan kapasitas 100 teus, menuju ke pelabuhan pengumpan regional.

Selanjutnya muatan maksimal 20 box diangkut ke kapal perintis (KM Sabuk Nusantara) menuju pelabuhan pengumpan lokal. Kapal perintis merupakan kapal kecil dengan bobot 2000 GT, sehingga sangat cocok dengan karakteristik MiniCont yang berukuran sekitar 7 feet.


Kemudian MiniCont diangkut oleh kapal LCT 50 GT dan Pelra 35 GT untuk dikirim ke pulau-pulau terpencil, seperti wilayah Miangas Kakorotan, Sanana, Bovendigul, Membramo, dan lain-lain.

Keberhasilan konektivitas end to end program tol laut selain didukung oleh angkutan laut perintis dan Pelra, juga perlu didukung oleh angkutan udara perintis, angkutan penyeberangan perintis, dan angkutan jalan raya cargo perintis.




Tonton juga video Menhub Pastikan Tol Laut Saumlaki Berjalan Efektif:

[Gambas:Video 20detik]

(ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com