Masyarakat Panik, Permintaan BBM Naik Tajam

Masyarakat Panik, Permintaan BBM Naik Tajam

- detikFinance
Selasa, 27 Sep 2005 14:21 WIB
Jakarta - Menjelang kenaikan harga BBM 1 Oktober 2005, masyarakat panik mencari BBM. Ini terlihat dari meningkatnya permintaan BBM. Permintaan dalam beberapa terakhir mencapai 190 ribu kilo liter per hari dibandingkan kondisi normal 180 ribu kilo liter per hari. BBM jenis solar dan minyak tanah menjadi minyak yang paling sulit dicari. Melihat itu Pertamina saat ini sedang melakukan operasi pasar dengan pilot project lokasi di Tangerang. Jika dinilai berhasil, operasi pasar ini akan dilakukan di seluruh Indonesia."Dari hasil operasi pasar di Tangerang ditemukan adanya agen fiktif dengan depo yang tidak jelas. Jadi saat BBM dikirim dan dilakukan pengecekan tidak ada yang bisa dihubungi. Otomatis barang yang telah dikirim hilang," kata Kepala Humas Pertamina Abadi Poernomo di sela diskusi BBM di Gedung Jakarta Media Center (JMC) Jl Kebon Sirih Jakarta, Selasa (27/9/2005. Diakui, menjelang kenaikan BBM ini banyak terjadi penimbunan karena disparitas atau perbedaan harga BBM dengan harga BBM industri cukup tinggi. Sehingga BBM yang seharusnya ke pangkalan malah dibawa ke industri.Menurut Abadi, akibat kebutuhan yang semakin meningkat maka pada Oktober 2005, Pertamina akan menaikkan impor minyaknya. Pertamina akan menambah dua kargo BBM, yang akan dicari di pasar spot. Namun diakui, saat ini Pertamina makin kesulitan mencari impor BBM. "Bukan karena kesulitan keuangan tapi karena kelangkaan di pasar dunia akibat impor yang banyak lari ke AS," ujar Abadi. Sehubungan dengan itu Pertamina meminta DPR agar menyetujui kenaikan kuota dari yang disepakati awal 59,6 juta kilo liter dalam APBN menjadi 65 juta kilo liter. Untuk bulan Oktober produksi kilang Pertamina mencapai 24,455 juta barel dengan jumlah impor 14,760 juta barel. Bulan November produksi kilang Pertamina sebesar 23,605 juta barel dengan impor 12,880 juta barel. Serta untuk Desember produksi kilang 24,655 juta barel dengan impor 13,480 juta barel.Sedangkan untuk stok BBM nasional pada September ini mencapai 21,3 hari, Oktober 21,7 hari, November 21,6 hari dan Desember 21,7 hari. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads