Purnomo: Antrean BBM Karena Panic Buying

Purnomo: Antrean BBM Karena Panic Buying

- detikFinance
Selasa, 27 Sep 2005 19:22 WIB
Jakarta - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menepis anggapan saat ini terjadi kelangkaan BBM. Menurut dia, tidak ada kelangkaan, tapi yang terjadi adalah antrean panjang karena panic buying.Purnomo juga membantah tudingan dirinya tidak melakukan sidak ke beberapa daerah yang dianggap langka BBM menjelang kenaikan harga BBM pada 1 Oktober nanti. Dia mengaku turun ke berbagai daerah untuk memantau perkembangan pasokan BBM."Saya terjun langsung ke Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Denpasar dan hari ini ke Bandung. Ternyata di sana aman-aman saja stoknya, tidak ada kelangkaan," kata Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/9/2005).Antrean panjang saat ini, kata Purnomo selain karena panic buying juga karena adanya disparitas harga. Antrean panjang di berbagai daerah terjadi karena BBM sekarang dijadikan mata pencarian baru karena harganya memang jauh dibandingkan harga untuk industri, terutama untuk minyak tanah dan solar."Stok BBM untuk September, Oktober dan November cukup aman. Bahkan stok cadangan sudah mencapai 22,7 hari. Ini stok cadangan yang besar yang kita miliki," tegasnya.Purnomo mengatakan, berdasarkan hasil sidak dirinya ke berbagai daerah ternyata antrean itu memang dilakukan bukan karena kekurangan BBM tapi mereka mengumpulkan dalam satu wadah untuk dijual kembali. "Untuk stok saya tegaskan sekali lagi keadaannya sangat aman, tidak ada masalah. Kemarin minggu saya ke Denpasar setelah pulang dari Banjarmasin untuk melihat keadaan di sana ternyata stok di sana juga aman-aman saja," ungkapnya.Menteri ESDM juga telah menugaskan Pertamina untuk memberikan laporan setiap harinya termasuk stok BBM di berbagai daerah dan kendala yang dihadapinya. "Saya melihat keadaan berlangsung aman di berbagai daerah, memang ada satu atau dua daerah yang mengalami hambatan tapi itu lebih bersifat teknis seperti keterlambatan kapal tanker masuk karena adanya pendangkalan tapi itu bisa diselesaikan secepatnya," ungkap Purnomo. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads