CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Apr 2019 13:29 WIB

Menristekdikti Sebut Pertumbuhan Startup RI Ungguli Iran

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan saat ini pertumbuhan startup Indonesia telah mengungguli Iran. Padahal, startup di Iran telah berkembang lebih dahulu.

Nasir menjelaskan Iran telah mendorong masyarakatnya mengembangkan startup sejak tahun 2004. Sedangkan, Indonesia baru menginisiasi industri tersebut di tahun 2014. Artinya ada ketertinggalan pengembangan startup selama 10 tahun.

"Dibandingkan dengan Iran, dia memulai tahun 2004. Kita ketinggalan jauh sampai pada 2014. Saya tanya berapa startup yang sudah dikembangkan jadi industri dalam 10 tahun, itu dia 1.000 startup," kata dia dalam acara Indonesia Startup Summit, Jiexpo, Rabu (9/4/2019).

Lebih lanjut, untuk mengejar ketertinggalan tersebut Indonesia akhirnya belajar kepada Korea Selatan, Jepang hingga Eropa. Nasir juga mengaku memberikan anggaran khusus demi mendorong pertumbuhan startup.


"Sekarang di Indonesia, saya belajar di Korea Selatan, Jepang maupun negara Eropa lainnya. Setelah saya pelajari, saya baca potensi Indonesia yang besar dan mampu. Jadi saya laporkan ke Pak Jokowi dan menyampaikan sekarang dianggarkan khusus untuk startup," ungkapnya.

Berkat hal itu, akhirnya di tahun 2019 tercatat Kemenristekdikti mampu membina hampir 1.300 startup. Angka ini lebih besar dibandingkan pertumbuhan Iran dalam 10 tahun.

"Akhirnya dari tahun ke tahun dan 2019 Indonesia menghasilkan 1.300 startup melebihi Iran dalam masa 10 tahun," tegas dia.

Sementara itu, dalam acara yang sama hadir pula lebih dari 5.000 startup dari masing-masing bidang, yakni pertanian, informasi dan teknologi, hingga kesehatan.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed