Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Apr 2019 22:00 WIB

Sindiran Sandi: Jangan Kerjanya Menumpuk Utang Luar Negeri!

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Salahudin Uno menyindir rezim saat ini dinilainya terus menerus menambah utang luar negeri. Mantan Ketua Umum Hipmi ini mengaku, sudah punya resep mengobati masalah-masalah ekonomi Indonesia jika terpilih nanti.

"Kita ingin jadi negara hebat, betul? Makanya kita harus mampu pecahkan masalah di masyarakat. Kita besarkan Indonesia, kita pastikan pengusaha nasional bisa berkiprah, kita mau negara jadi mandiri, betul? Jangan kerjanya menumpuk utang luar negeri," kata Sandi di depan ribuan milenial yang memenuhi Istora Senayan di Jakarta YES 2019, Rabu (10/4/2019).


Dari hasil blusukannya ke lebih dari 1.500 titik di Indonesia, Sandi menyimpulkan kalau masalah Indonesia masih berkutat pada sempitnya lapangan pekerjaan, harga-harga bahan pokok tinggi, kemiskinan, hingga kesenjangan ekonomi yang kentara.

"Gerakan perubahan adalah keharusan. Saya keliling 1.500 titik lebih, masalah utama negara ini bukan keberagaman, karena kita sudah berbineka sejak negara ini ada, masalah kita harga-harga kebutuhan pokok mahal tak terkendali. Masalah utama kita bukan Pancasila, karena tekad kita jaga kesaktian Pancasila karena itu harga mati, masalah kita itu cari kerja susah," tegas Sandi disambut sorakan peserta Jakarta YES 2019.

"Masalah utama kita bukan NKRI semata, karena NKRI sejak dulu harga mati. Tapi masalah kita itu daya beli lemah. Mari kita pecahkan masalah-masalah ini sama-sama, tidak pandang latar belakang suku, ras, golongan. Semua lapisan masyarakat dari Rote sampai Miangas, dari Sabang sampai Merauke mengalami hal yang sama. Jeritan rakyat semakin jelas," lanjut Sandi dalam orasinya.


Kepada warga Indonesia yang menginginkan perubahan, dia mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih, untuk mendukungnya merealisasikan perbaikan ekonomi Indonesia. Menurutnya, jangan sampai salah memilih pemimpin.

"Perubahan ada di depan mata kita. Ingat, 17 April kita punya kekuatan mengubah Indonesia, karena pemilu ini bukan hanya 2 pasang kandidat, tapi menyangkut nasib jutaan warga Indonesia. Masa depan yang baik milik Indonesia. Jadi teman-teman, memilih pemimpin layaknya investasi," tandas Sandi. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed