Flu Burung Tidak Pengaruhi Pariwisata
Rabu, 28 Sep 2005 17:51 WIB
Jakarta - Merebaknya flu burung diyakini tidak akan mempengaruhi kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Negara-negara sahabat seperti AS bahkan tidak mengeluarkan travel warning yang melarang warganya mengunjungi Indonesia. "Saya hubungi Bali dan Yogyakarta, tidak ada pengaruhnya kepada pariwisata," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (29/8/2005). Menurut Jero Wacik dalam rakor Kesra yang diadakan beberapa waktu lalu, Dubes AS menyatakan AS tidak mengeluarkan travel warning pada warga negaranya. "Tidak ada travel warning karena flu burung ini bukan hanya masalah Indonesia, tapi juga masalah Asia dan dunia," katanya. Namun untuk wisatawan domestik, Jero Wacik mengaku sebagian wisatawan ada yang takut untuk mendatangi tempat-tempat wisata khususnya kebun binatang. Untuk itu, Jero meminta Menkes Siti Fadilah Supari segera menuntaskan masalah flu burung paling lambat pada Lebaran agar masyarakat dapat berbondong-bondong ke kebun binatang. Badan Promosi PariwisataRencananya pemerintah akan membentuk Badan Promosi Pariwisata. Badan ini akan menangani promosi pariwisata secara keseluruhan. Saat ini untuk kegiatan promosi masih dilakukan oleh departemen teknis, tidak melalui suatu lembaga khusus. "Dana promosinya cukup banyak, tapi terpecah-pecah. Untuk keperluan promosi pariwisata pemerintah mengganggarkan US$ 6 juta," katanya. Badan ini nantinya akan dibentuk berlandaskan Keppres atau Peraturan Pemerintah. Orang-orang yang akan menduduki jabatan penting tidak harus berasal dari pemerintah.
(qom/)











































