Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 13 Apr 2019 21:36 WIB

Tax Ratio Turun Tajam, Prabowo: Penerimaan Negara Hilang US$ 60 M

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga
Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa penerimaan negara hilang sekitar US$ 60 miliar setiap tahunnya karena rendahnya tax ratio.

Prabowo mengatakan, tax ratio Indonesia pada tahun 1997 atau waktu orde baru tax ratio Indonesia ada di posisi 16% dan saat ini turun ke level 10%.

"Tahun 97, waktu orde baru tax ratio 16% sekarang merosot ke 10%, berarti kehilangan 60 miliar dolar," kata Prabowo dalam Debat Kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).


Prabowo menyebutkan, penerimaan negara yang seharusnya bisa dikelola sekitar Ro 4.000 triliun. Namun, kenyataannya setiap tahun hanya sekitar Rp 2.000 triliun, atau ada kebocoran sebesar Rp 2.000 triliun. Hal ini, kata Prabowo, karena rendahnya tax ratio tanah air.

oleh karena itu, Prabowo mengaku sudah memiliki strategi untuk meningkatkan tax ratio tanah air. Salah satunya adalah mengandalkan teknologi dan komputerisasi seperti yang dilakukan oleh Malaysia dan Thailand.

"Data konkret kami sebetulnya Malaysia dan Thailand sudah 19%, dan melaksanakan program IT dengan komputerisasi sehingga transparan dan cepat naik ke 19%, saya yakin dengan teknologi bisa naik ke 19%," ungkap dia.




(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com