CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 13 Apr 2019 23:34 WIB

Singgung Keuntungan Garuda, Prabowo: Kursinya Harus Terisi 120%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut seharusnya badan usaha milik negara (BUMN) bisa menjadi juara dunia. Dia mencontohkan saat ini BUMN penerbangan Garuda Indonesia disebut tak bisa bersaing dengan maskapai swasta.

Kata Prabowo, Garuda Indonesia bisa untung jika kursinya terisi 120%. Namun, hal ini tidak mungkin karena melebihi kapasitas penumpang.

"Kita lihat benteng itu goyah, beberapa saat lalu Bloomberg membuat studi, penerbangan break event point dan beberapa kursi harus diduduki agar dapat untung? Kalau penerbangan Jepang itu 60%, Garuda itu 120%, ini nggak bisa untung kalau pengelolaannya begini terus," kata Prabowo dalam Debat Kelima Pilpres di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).


Prabowo mengungkapkan jika BUMN dibentuk holding maka masa depan perusahaan negara ini tak akan jelas.

"BUMN kita harusnya jadi world champion, tapi tidak tahu masa depannya bagaimana," ujar dia.

Menanggapi hal itu, Jokowi menjelaskan dengan holding-holding perusahaan ini maka BUMN bisa bersaing di luar negeri.

"Dengan holding ini BUMN bisa lebih berani keluar kandang dan mudah mendapatkan modal. Boleh bapak cek berapa setoran dividen BUMN ke APBN kita," ujarnya.

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed