Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 14 Apr 2019 18:44 WIB

Sudah Zaman Internet, Kerja di Kantor Jangan Lama-lama

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo/Infografis Foto: Mindra Purnomo/Infografis
Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa jam kerja panjang hingga 12 jam per hari yang diterapkan Jack Ma pada karyawannya kurang tepat.

Bhima menilai dalam tren ekonomi digital dewasa ini, kerja dengan waktu yang panjang tidak efektif. Dia mengatakan kini tidak perlu lagi kerja fisik dengan waktu yang lama.

"Kalau menurut saya dalam era digital sebetulnya nggak butuh kerja 12 jam sehari. Kalau trennya ekonomi digital nggak perlu kerja fisik yang terlalu lama," ungkap Bhima kepada detikFinance, Minggu (14/4/2019).

Bhima mengatakan seharusnya pekerja diarahkan ke pekerjaan yang efisien dan efektif. Dia juga mengatakan ada satu nilai yang harus ditonjolkan, hal tersebut adalah fleksibilitas.


"Kita harusnya kerja lebih efisien dan efektif kerja dimanapun bisa nggak harus di kantor dan jam kerja pun relatif fleksibel. Jadi ke arah kerja cerdas, efisien, targetnya tercapai performa bagus, itulah tren kerja yang diminati sekarang," ungkap Bhima.

Bahkan, sebelumnya Bhima mengatakan apabila tidak adanya jam kerja yang seimbang seperti prinsip work life balance maka bisa memicu perilaku negatif bahkan bunuh diri bagi pekerja. Khususnya para pekerja muda yang masih sangat mudah tertekan.

"Itu bisa mendorong bunuh diri yang meningkat di usia remaja karena adanya tekanan kerja, jam kerja, dan adanya tekanan interaksi sosial berkurang sehingga memicu mereka berperilaku negatif," sebut Bhima.

(fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed