Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Apr 2019 16:11 WIB

Kenapa Penas Jadi Induk Holding BUMN Penerbangan?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: (Thinkstock) Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk holding penerbangan. Holding BUMN penerbangan dikomandoi oleh PT Survai Udara Penas (Persero).

Penas nantinya membawahi sejumlah BUMN di bidang penerbangan, antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk hingga AirNav.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo mengatakan alasan ditunjuknya Penas sebagai induk holding. Tak lain karena 100% sahamnya masih dikuasai pemerintah.


"Kan 100% milik BUMN kan, yang penting 100% mikik BUMN. Kalau kita milih salah satu Angkasa Puura I dan Angkasa Pura II kompleksitasnya tinggi," kata Gatot di Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Pembentukan holding BUMN penerbangan ini ditargetkan semester I-2019. Artinya, paling lambat terbentuk Juni 2019.

"Semester I," ujar Gatot.

Pada Mei 2019, rencananya dilakukan inbreng saham seri B milik negara di AP I, AP II hingga Garuda Indonesia. Selanjutnya dilakukan transaksi jual beli saham.

"Ada rencana target, tapi nanti kita bisa lakukan" kata Gatot saat ditanya soal inbreng Mei.


Sebagai informasi, Penas lahir pada tanggal 31 Mei 1961 adalah BUMN yang didirikan pada awalnya dalam rangka memenuhi kebutuhan potret udara dan peta untuk keperluan terutama militer kemudian juga sipil di Indonesia.

Saat ini, Penas memiliki tiga buah pesawat udara yakni satu pesawat SUPER KING AIR (PK-VKB), satu pesawat CESSNA 402B (PK-VCD), dan satu pesawat CESSNA 208B (PK-VIP).

Dalam usaha meraih profit perusahaan, di samping untuk kegiatan pemotretan udara, Penas juga menyewakan pesawat udara miliknya tersebut untuk berbagai keperluan angkutan udara, seperti angkutan Penumpang, Cargo maupun Medevac (Medical Evacuation).

Selain satu-satunya perusahaan survey yang memiliki sendiri armada pesawat, Penas juga satu-satunya perusahaan survey di Indonesia dan di kawasan regional yang memiliki kamera udara Large Format Z/I DMC II 230 Megapixels yang mampu membuat peta dengan ketelitian hingga GSD 3cm atau skala 1:300. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com