Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Apr 2019 16:52 WIB

BPS: Pernikahan Dini di Indonesia Meningkat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ilustrasi/Foto: dok. Thinkstock Ilustrasi/Foto: dok. Thinkstock
Jakarta - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2018 tercatat mengalami peningkatan dibanding 2017. Meski demikian, pemerintah masih perlu kerja keras untuk melakukan pemerataan IPM di seluruh provinsi.

IPM yang saat ini dicapai sebesar 71,39 sendiri masih di bawah dari target pada rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019 yang mematok 71,5. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan ada beberapa catatan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan angka ini.

"Banyak strategi yang sebenarnya sudah dan sedang dijalankan pemerintah. Misalnya, seperti yang dibilang Presiden, kalau sebelumnya lebih fokus ke infrastruktur, tapi tahun ini fokusnya ke peningkatan kualitas hidup manusia," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (15/4/2019).


Suhariyanto bilang, peningkatan kualitas hidup manusia ini bisa dilakukan dari sisi kesehatan. Misalnya dengan penurunan angka pesakitan, peningkatan jumlah akses rumah tangga terhadap air bersih, hingga jaminan kesehatan.

"Lalu, soal perkawinan dini. Ini perlu agak perhatian karena perkawinan dini itu agak meningkat, dari sisi kesehatan perlu juga diperhatikan," ungkapnya.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dari sisi pendidikan. Meski angka partisipasi sekolah meningkat di semua level, namun ada indikasi orang yang melanjutkan pendidikannya dari SD ke SMP berkurang.

"Paritisipasi SD dari 7-12 tahun itu 99,2%, artinya hampir semua anak di Indonesia pasti masuk SD. Tapi ketika masuk SMP itu agak turun jadi 95%, artinya ada yang tidak meneruskan," katanya.



"SMA dan perguruan tinggi juga. Jadi yang 19-24 tahun itu banyak yang tidak kuliah karena berbagai alasan, seperti ketidakmampuan biaya hingga infrastruktur. Jadi harus dilihat agar anak-anak bisa pergi sekolah dan tingkat partisipasinya meningkat di semua level," tambah pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Peningkatan daya beli juga tak kalah pentingnya. Dari sisi ini, inflasi perlu terus dijaga agar peningkatan pendapatan nantinya tak sia-sia.

"Jadi harus utamakan daya beli juga," kata dia.

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com