Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Apr 2019 17:26 WIB

Pengusaha Ramal Masyarakat Kurangi Belanja saat Lebaran, Kenapa?

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi Foto: Reuters Ilustrasi Foto: Reuters
Jakarta - Lebaran merupakan hari raya terbesar bagi masyarakat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, untuk merayakannya, warga muslim berbelanja pakaian baru untuk merayakan hari Lebaran.

Nah tiap tahun pengusaha ritel mendulang untung yang besar saat Lebaran. Penjualan meningkat berkali-kali lipat.

Namun tahun ini diperkirakan penjualan saat momen Lebaran tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta.


"Pertumbuhan GDP kita tetap, belanja mendadak di Lebaran itu berkurang. You percaya saya," ujarnya di Hoyel JS Luwansa, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Tutum menjelaskan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi, tingkat ekonomi masyarakat Indonesia juga semakin meningkat. Dengan semakin tingginya pendapatan rata-rata masyarakat, maka kebiasaan mereka berbelanja juga berubah.

"Gini, orang yang income GDP-nya tinggi mereka tidak mendadak belanja di Lebaran. Lebaran biasanya, kalau income rendah biasanya income meledak karena orang nunggu THR, kalau income tinggi minimal ya ada celengan, kalau ada diskon bagus dia belanja. Terus pas Lebaran belanja makin merata," terangnya.


Tahun ini dirinya menargetkan pertumbuhan penjualan di industri ritel naik 10%. Meski begitu Lebaran masih menjadi kunci bagi pelaku usaha ritel mengejar pertumbuhan tahun ini. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed