Pertamina Tambah Pasokan BBM 10%
Kamis, 29 Sep 2005 14:06 WIB
Jakarta - Rush BBM akibat panic buying masyarakat menjelang kenaikan harga 1 Oktober tengah terjadi di sejumlah kota. Pertamina pun menambah pasokan BBM sebesar 10 persen ke setiap SPBU di seluruh Indonesia. "Terjadinya panic buying atau rush tentunya akan menyedot pasokan BBM. Dan kita akan menambahkan suplai plus minus sepuluh persen," kata Manajer Humas Pertamina Abadi Poernomo di kantor pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Kamis (29/9/2005).Abadi menjelaskan, Pertamina akan terus menambah pasokan BBM hingga pengumuman kenaikan 1 Oktober mendatang. "Kita akan melakukan evaluasi berapa jumlah kekurangannya, dan akan kita pasok terus sampai nanti pada saat kenaikan harga BBM karena perhitungan kita panic buying akan sampai pada 1 Oktober nanti," ujar Abadi.Pertamina juga memiliki hitung-hitungan tentang jumlah BBM yang dikeluarkan saat ini agar konsumsi BBM tahun 2006 tidak akan melebihi kuota yang ditetapkan.Abadi menepis anggapan adanya sejumlah SPBU yang akan menimbun BBM untuk mendapatkan keuntungan. "Saya kira tidak ada karena permintaan BBM kan sesuai dengan kuotanya dan DO-nya. Jika SPBU yang biasanya meminta 20 kiloliter, kemudian minta 30 kiloliter ini tentu agak ganjil. Jadi akan kita evaluasi. Kalau biasanya minyak 20 kiloliter minta 24 kiloliter bisa ditolerir karena tambahannya hanya sedikit," tegas Abadi.Konsumsi BBM menjelang kenaikan harga 1 Oktober memang terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Pertamina, pada 27 September, konsumsi BBM mencapai 186 ribu kiloliter. Namun pada tanggal 28 September, konsumsi naik menjadi 216 ribu kiloliter per hari. Konsumsi BBM terbesar berada di Unit Pemasaran (UPMS) III yakni di wilayah Jakarta, Banteng dan Jabar yang mencapai 35 persennya dari total konsumsi.
(qom/)











































