Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Apr 2019 15:19 WIB

Amazon Tak Lagi Jualan di China, Kalah dari Alibaba?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Amazon/Foto: REUTERS/Brendan McDermid Amazon/Foto: REUTERS/Brendan McDermid
Jakarta - e-Commerce terbesar di dunia, Amazon mengumumkan akan menutup layanan di China dalam beberapa bulan mendatang. Ini artinya pelanggan Amazon di China tak lagi bisa menikmati pembelian barang di toko online tersebut.

Mengutip CNN Business, Amazon tak menjelaskan secara detail terkait penarikan layanan di China. Toko online ini menghentikan layanannya di China pada 18 Juli 2019.

"Kami memberitahu kepada penjual, jika kami tak akan lagi mengoperasikan di Amazon.cn, kami tak akan lagi menyediakan layanan pada 18 Juli mendatang," tulis Amazon dalam keterangan resmi, Jumat (19/4/2019).


Memang, di China Amazon bersaing dengan Tmall, yakni e-commerce yang juga dimiliki oleh pimpinan Alibaba. Padahal Amazon masuk ke China pada 15 tahun lalu, ketika mereka mengakuisisi toko buku online, namun ini persaingan ketat mulai terjadi. Selanjutnya riset yang dilakukan Amazon menunjukkan jika pangsa pasar di China sangat kecil dibandingkan dengan negara lain.

Meskipun pasar ritel online di China sangat besar, namun penjualan dikuasai oleh Alibaba yang menyumbang lebih dari separuh transaksi yang ada di China. Pesaing berikutnya adalah JD.com berdasarkan data eMarketer.

Analis Market Research Group Ben Cavender menjelaskan memang di China kompetisi dalam menjalankan e-commerce sangat besar. Amazon dinilai tak memiliki usaha seperti Tmall atau JD.com.

"Ini membuat Amazon dalam posisi ia harus mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan pelanggan yang hanya sementara, namun ia juga harus bersaing dengan agresif dengan yang lain," imbuh dia.


Pada Single day tahun lalu, Alibaba mencatatkan penjualan yang lebih besar dibandingkan Black Friday dan Cyber Monday.

Pihak Amazon juga menjelaskan selama beberapa tahun terakhir, Amazon telah mengembangkan bisnis ritel online di China untuk memperluas jaringan. Saat itu Amazon melihat ada potensi yang sangat baik dari pelanggan di China. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com