Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 21 Apr 2019 08:42 WIB

Liputan Khusus 'Sulap' Sepatu

Menang Banyak Bisnis 'Sulap' Sepatu yang Dulu Dianggap Receh

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Sulap Sepatu Polos jadi Keren (Istimewa/Never Too Lavish) Foto: 'Sulap' Sepatu Polos jadi Keren (Istimewa/Never Too Lavish)
FOKUS BERITA Bisnis 'Sulap' Sepatu
Jakarta - Mundur beberapa tahun ke belakang, sepatu yang sudah kotor lazimnya dicuci sendiri oleh pemiliknya atau asisten rumah tangga. Masih sangat langka orang yang mengandalkan jasa cuci sepatu lantaran saat itu memang masih jarang.

Mungkin tak banyak juga yang terpikir untuk membuka bisnis jasa cuci sepatu, karena berpikir "siapa sih yang mau menggunakan jasa semacam itu?" Tapi siapa sangka kini keberadaan bisnis tersebut sudah menjamur di mana-mana dengan beragam merek.

Melihat fakta banyaknya layanan jasa cuci sepatu di Indonesia membuktikan bahwa bisnis tersebut memang menjanjikan dan mampu eksis hingga saat ini.

Menang Banyak Bisnis 'Sulap' Sepatu yang Dulu Dianggap RecehFoto: 'Sulap' Sepatu Kotor jadi Kinclong (Istimewa/Shoes and Care)

Salah satu jasa cuci sepatu adalah Shoes and Care. Layanan jasa cuci sepatu ini didirikan oleh Tirta Hudhi. Dia memulai bisnis tersebut sejak Oktober 2013 di Yogyakarta. Kala itu dia melakukan jasa cuci sepatu di emperan kost-kostan tempatnya tinggal.

"Terus akhirnya banyak orang nitip-nitip, dari kost satu, ke kost yang lain di Yogyakarta," kata Tirta saat berbincang dengan detikFinance melalui sambungan telepon seperti ditulis Minggu (21/4/2019).

Bisnisnya semakin laris manis pasca Gunung Kelud meletus pada Februari 2014. Dia juga merasakan ganasnya abu yang disemburkan Gunung Kelud. Sepatunya miliknya juga ikut kecipratan abu.

Dari situ dia iseng-iseng memfoto sepatunya yang jadi korban semburan abu Gunung Kelud. Setelah itu dia mencucinya dengan bersih dan tak lupa difoto. Foto 'sulap' dari sepatu kotor tertutup abu vulkanik jadi bersih setelah dicuci itu dia unggah di media sosial. Tak disangka, unggahan itu viral, hingga banyak pelanggan berdatangan.

"Saya kasih foto di Twitter, pertama foto abu, yang kedua foto before-after, terus dari situ lah orang nitip-nitip," jelasnya.

Berkat hal tersebut, dia memberanikan diri membuka toko, tepatnya di tahun yang sama dengan meletusnya Gunung Kelud, 2014. Hingga kini tokonya terus berkembangbiak.

"Baru akhir 2014 saya buka toko sendiri dan akhirnya sampai sekarang banyak toko," tambahnya.

Cuci sepatu bukan satu-satunya bisnis 'sulap sepatu' yang lahir dan banyak digandrungi. Ada lagi yang tidak kalah unik, yaitu bisnis modifikasi sepatu atau beken disebut custom sepatu. Sama dengan cuci sepatu, bisnis menggambar sepatu ini juga dulu belum begitu dilirik.

Kini bisnis tersebut juga mulai menjamur di mana-mana walaupun jumlahnya mungkin masih kalah banyak dibandingkan bisnis cuci sepatu. Nah, salah satu yang membuka layanan custom sepatu adalah Never Too Lavish.

Bisnis yang digeluti Never Too Lavish ini adalah custom sepatu. Jadi bisnis ini memberikan layanan bagi pemilik sepatu yang ingin membuat tampilan sepatunya lain dari yang lain, yaitu dengan digambar sesuai keinginan si pemilik.

Never Too Lavish didirikan oleh Muhammad Haudy. Pada awalnya dengan tujuan mewadahi para seniman muda di Indonesia. Dia menyadari bahwa terkadang mereka tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan bakatnya di bidang seni, dalam hal ini gambar-menggambar.

"Awalnya sih kita kepengen mengelola seniman-seniman muda yang ada di Indonesia aja sih. Lebih kepada seniman-seniman yang belum punya wadah untuk bekerja," ujarnya.

Berlandaskan niat tersebut, pihaknya memberikan pembinaan terhadap seniman-seniman muda tersebut, hingga akhirnya nanti mereka bisa mendapatkan penghasilan dari kemampuannya itu.

Menang Banyak Bisnis 'Sulap' Sepatu yang Dulu Dianggap RecehFoto: 'Sulap' Sepatu Polos jadi Keren (Istimewa/Never Too Lavish)

Sederhananya, para seniman yang biasanya menggambar di tembok-tembok atau yang lainnya, dialihkan untuk menggambar di sepatu, dan itu bisa menghasilkan uang.

"Kita coba bina mereka untuk supaya lebih bagus ya, penghasilan mereka," tambahnya.

Tak disangka, keahlian menyulap sepatu bisa menggerakkan roda ekonomi, hingga membuka lapangan pekerjaan seperti yang dibuktikan oleh kedua orang muda di atas. (dna/dna)
FOKUS BERITA Bisnis 'Sulap' Sepatu
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed