Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 21 Apr 2019 11:34 WIB

Liputan Khusus 'Sulap' Sepatu

Apa yang Bikin Bisnis 'Sulap' Sepatu Makin Eksis?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Sulap Sepatu Kotor jadi Kinclong (Istimewa/Shoes and Care) Foto: 'Sulap' Sepatu Kotor jadi Kinclong (Istimewa/Shoes and Care)
FOKUS BERITA Bisnis 'Sulap' Sepatu
Jakarta - Bisnis 'sulap' sepatu kotor jadi kelihatan baru lagi kian menjamur di Indonesia. Begitu pula bisnis sulap sepatu yang biasa-biasa saja jadi kelihatan beda dari yang lain alias ekslusif. Padahal dulu bisnis semacam ini tak banyak dilirik orang-orang yang ingin memulai usaha.

Tentu saja, bisnis tersebut yang bisa bertahan alias eksis hingga kini membuat orang-orang tertarik mencicipinya.

Ada beragam faktor yang membuat bisnis di bidang jasa tersebut mampu tetap hidup hingga saat ini. Misalnya bisnis layanan cuci sepatu. Mungkin dulu bila sepatu sudah kelihatan buluk akan bernasib dikandangkan di gudang atau bahkan di buang.

Namun saat ini harga sepatu bermerek sudah semakin mahal. Pada akhirnya pemilik sepatu merasa sayang bila sepatu yang sudah buluk disimpan di gudang atau dibuang untuk diganti yang baru. Itu lah yang diutarakan pemilik Shoes And Care Tirta Hudhi.

"Sepatu sekarang harganya mahal kan. Sekarang sepatu Rp 2 jutaan. Bahkan ada sepatu luar, kayak beberapa sepatu Gucci sampai Rp 15-20 juta. Nah itu yang mengakibatkan jasa ini bisa bertahan sampai sekarang," katanya saat berbincang dengan detikFinance melalui sambungan telepon seperti ditulis Minggu (21/4/2019).


Disamping itu, sekarang masyarakat sudah lebih tereduksi sehingga menyadari pentingnya menjaga kebersihan sepatu. Alhasil, lantaran malas membersihkan sendiri, mereka memilih membersihkan sepatunya lewat jasa cuci sepatu.

"Edukasinya adalah sepatu kan masuk sandang ya, masak kita ganti baju setiap hari, tapi sepatu dicuci setahun sekali. Kan sayang, daripada kita beli-beli terus mending kita cuci, kan awet," jelasnya.

Dari situ dia meyakini bahwa jasa cuci sepatu bisa terus eksis. Terlebih lagi, jasa laundry pakaian yang ada di Indonesia tidak memberi layanan untuk mencuci sepatu juga.

Bisnis modifikasi sepatu alias custom sepatu juga tak kalah dari bisnis cuci sepatu. Hingga hari ini mereka masih eksis, walaupun jasa gambar-menggambar sepatu tidak bisa dikatakan murah.

Pemilik usaha modifikasi sepatu, Never Too Lavish Muhammad Haudy menuturkan rahasia mengapa bisnis menggambar di sepatu bisa bertahan hingga kini.

Tentu saja, kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini yang ingin kelihatan beda, atai bosan dengan yang begitu-begitu saja membuat jasa modifikasi sepatu ini bisa tetap eksis.

"Karena mereka pengin beda dari yang lain ya. Mereka nggak mau barang yang mereka pakai sama," ujarnya.


Dia mengatakan, bisnis semacam ini sudah lebih dulu ada di luar negeri. Itu juga yang membuat dia yakin bisnis ini bisa hidup. Karena biasanya apa yang booming di luar negeri akan diadaptasi di Indonesia.

Satu lagi yang menjanjikan adalah banyaknya populasi masyarakat di Indonesia, sehingga dari sekian banyak orang yang ada pasti ada saja yang tertarik untuk sepatunya dimodifikasi dengan gambar-gambar tertentu.

"Kalau lihat dari Indonesia kan populasinya banyak, pasti ada marketnya lah. Apalagi tren ini sudah banyak di luar negeri. Jadi pasti lama-lama masuk ke Indonesia kan," tambahnya. (dna/dna)
FOKUS BERITA Bisnis 'Sulap' Sepatu
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed