Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 07:04 WIB

'Menang Banyak' dari Aneka Bisnis Sneakers

Trio Hamdani - detikFinance
1 Menang Banyak Bisnis Sulap Sepatu
Halaman 2 dari 4
Foto: dok. Shoes Like Pottery Foto: dok. Shoes Like Pottery

Salah satu jasa cuci sepatu adalah Shoes and Care. Layanan jasa cuci sepatu ini didirikan oleh Tirta Hudhi. Dia memulai bisnis tersebut sejak Oktober 2013 di Yogyakarta. Kala itu dia melakukan jasa cuci sepatu di emperan kost-kostan tempatnya tinggal.

"Terus akhirnya banyak orang nitip-nitip, dari kost satu, ke kost yang lain di Yogyakarta," kata Tirta saat berbincang dengan detikFinance melalui sambungan telepon seperti ditulis Minggu (21/4/2019).

Bisnisnya semakin laris manis pasca Gunung Kelud meletus pada Februari 2014. Dia juga merasakan ganasnya abu yang disemburkan Gunung Kelud. Sepatunya miliknya juga ikut kecipratan abu.

Dari situ dia iseng-iseng memfoto sepatunya yang jadi korban semburan abu Gunung Kelud. Setelah itu dia mencucinya dengan bersih dan tak lupa difoto. Foto 'sulap' dari sepatu kotor tertutup abu vulkanik jadi bersih setelah dicuci itu dia unggah di media sosial. Tak disangka, unggahan itu viral, hingga banyak pelanggan berdatangan.

Ada lagi yang tidak kalah unik, yaitu bisnis modifikasi sepatu atau beken disebut custom sepatu. Sama dengan cuci sepatu, bisnis menggambar sepatu ini juga dulu belum begitu dilirik.

Salah satu yang membuka layanan custom sepatu adalah Never Too Lavish. Bisnis yang digeluti Never Too Lavish ini adalah custom sepatu. Jadi bisnis ini memberikan layanan bagi pemilik sepatu yang ingin membuat tampilan sepatunya lain dari yang lain, yaitu dengan digambar sesuai keinginan si pemilik.

Never Too Lavish didirikan oleh Muhammad Haudy. Pada awalnya dengan tujuan mewadahi para seniman muda di Indonesia. Dia menyadari bahwa terkadang mereka tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan bakatnya di bidang seni, dalam hal ini gambar-menggambar.

"Awalnya sih kita kepengen mengelola seniman-seniman muda yang ada di Indonesia aja sih. Lebih kepada seniman-seniman yang belum punya wadah untuk bekerja," ujarnya.


(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com