Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 16:46 WIB

Tiap Tahun Produksi Pangan RI Turun Terus

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data pertumbuhan produksi pangan melambat. Hal ini pun mengakibatkan Indonesia berisiko ketergantungan impor.

Dikutip detikFinance, Senin (22/4/2019) dari CNBC Indonesia, pada tahun pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi sektor tanaman pangan masih tumbuh 4,32%. Saat itu, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih berada di angka 4,88%.

Hanya saja, hingga tahun 2018 pertumbuhan PBD sektor tanaman pangan tak mengalami peningkatan justru cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan. Padahal, pertumbuhan ekonomi kala itu mencapai 5,17% namun pertumbuhan PBD tanaman pangan hanya 1,48%.


Tercatat, selama empat tahun berturut-turut pertumbuhan PDB tanaman pangan mengalami perlambatan dari 4,32% di tahun 2015, 2,57% di tahun 2016, 2,31% di tahun 2017, hingga 1,48% di tahun 2018.

Dari data tersebut, artinya produksi tanaman pangan dalam negeri mengalami perlambatan sangat signifikan. Bila kondisi itu berlanjut hingga 5 tahun ke depan, maka bisa mengakibatkan RI jadi ketergantungan impor.

Tanda-tanda RI ketergantungan impor pangan sebenarnya sudah nampak pada 4 tahun ke belakang. Terbukti, selama empat tahun ke belakang Indonesia tak pernah lolos setop mengimpor beras. Pada tahun 2018, bahkan impor beras mencapai 2,25 juta ton atau menjadi yang terbesar sejak tahun 2011.


Pada tahun 2015 RI mengimpor beras sebesar 0,86 juta ton, kemudian naik di 2016 menjadi 1,28 juta ton, tahun 2017 0,31 juta ton dan 2,25 juta ton di tahun 2018.

Apabila impor beras tak dilakukan maka harga bisa tak terkendali dan berdampak pada inflasi. Sebab, beras menjadi komoditas yang memiliki andil beras terhadap inflasi.


Dengan angka inflasi yang kemungkinan bisa tak terkendali tersebut kemiskinan bisa meningkat.

Hanya saja, data ini menjadi pertanyaan bahwa ada kinerja pertanian yang salah dan mesti diperbaiki. Adapun, jenis tanaman pangan yang masuk dalam perhitungan BPS, adalah:

-Padi
-Jagung
-Kedelai
-Kacang Tanah
-Kacang Hijau
-Ubi Kayu (Singkong)
-Ubi Jalar (Ubi)

Artikel asli berita ini bisa dilihat di CNBC Indonesia melalui tautan berikut ini:
Dear Pak Jokowi, 5 Tahun ke Depan Kita Makan Apa? (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com