Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 18:43 WIB

Sri Mulyani Prediksi Penerimaan Negara Tahun Depan Tumbuh 13%

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan negara tahun depan diproyeksi bertambah 10-13,5%. Hal ini mengacu terhadap sejumlah faktor seperti penerimaan non migas, harga minyak hingga kurs.

"Kira kira pertumbuhan basis penerimaannya ada di kisaran antara 10-13,5%. Jadi kita lihat penerimaan non migas, kita juga lihat dari PNBP terutama juga asumsi harga minyak dan kurs tentu akan sangat berubah. Finalnya nanti kita lihat dalam proposal ke DPR bulan Mei," katanya saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Pada tahun depan, anggaran belanja pemerintah juga akan dikembalikan untuk program-program dasar. Dalam proposal yang disusun, defisit APBN diproyeksi berkurang sedikit, dan ada beberapa relokasi anggaran belanja.



"Pertama yang tadi disepakati Presiden/Wapres adalah belanja barang harus dikembalikan ke baseline 2017, kenapa? Karena 2018 banyak belanja barang yang sifatnya satu event only. Jadi satu kejadian seperti Asian Games, Paragames, IMF-World Bank meeting, kemudian pemilu. Itu kan tidak berulang. Sehingga itu semua dihilangkan," katanya.

Dengan adanya relokasi anggaran, maka pos-pos pembiayaan lain akan kembali meningkat. Namun Sri Mulyani belum menjabarkan ke mana saja relokasi anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk acara-acara di atas.

"Dari situ kita lihat prioritas yang disampaikan kepada publik estimasi biayanya akan seperti apa dan kemudian kita masukkan ke dalam prioritas itu dari hal itu. Kemudian kita lihat masih ada kah prioritas lain yang belum tertampung dan bagaimana kita akan menampungnya," ucapnya.

(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com