Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Apr 2019 20:44 WIB

Malam-malam Menkeu hingga Gubernur BI Umumkan Stabilitas Sistem Keuangan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Pengumuman Hasil Rapat KSSK (Sylke Febrina Laucereno/detikFinance) Foto: Pengumuman Hasil Rapat KSSK (Sylke Febrina Laucereno/detikFinance)
Jakarta - Komite stabilitas sistem keuangan (KSSK) dijadwalkan mengumumkan hasil rapat hari ini. Agenda konferensi pers menjadi malam hari, padahal sebelumnya hasil rapat diumumkan pada pukul 09.00 WIB, Selasa (23/4/2019).

Namun pihak Kementerian Keuangan memperbarui agenda yang diundur menjadi 11.30 WIB. Hal ini karena adanya sidang kabinet paripurna (SKP) yang digelar di istana bogor. Beberapa jam setelah pengumuman, Kementerian kembali memberikan update jadwal jika konferensi pers batal digelar hari ini dan menjadi hari rabu.

Kemudian, Kementerian Keuangan kembali memberikan jadwal jika konferensi pers tetap dilakukan yakni pada pukul 18.00 WIB di Aula Djuanda, lantai Mezanine. Agenda kembali diundur, karena Menteri Keuangan masih memiliki Agenda di Istana Bogor sehingga konferensi pers rapat rutin tiga bulanan itu diundur menjadi pukul 19.00 WIB di tempat yang sama.


Pukul 19.41 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menjadi ketua KSSK akhirnya membuka konferensi pers.

"KSSK telah menyelenggarakan rapat berkala dalam rangka koordinasi pemantauan dan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan. Rapat menyimpulkan SSK kuartal I 2019 terjaga dengan baik," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (23/4/2019).

Dia menjelaskan KSSK juga membahas tentang hasil pemantauan terhadap perekonomian, moneter, fiskal, pasar keuangan, lembaga jasa keuangan dan penjaminan simpanan. Pelaksanaan pesta demokrasi yang berlangsung aman dan damai turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap SSK.

Sri Mulyani menjelaskan KSSK juga mencermati beberapa potensi risiko, khususnya yang berasal dari perekonomian global, yaitu pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan dunia.

Sementara itu dari sisi domestik, tantangan yang dihadapi adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memacu investasi dan ekspor dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Merespon hal tersebut, KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter, fiskal, makroprudensial mikroprudensial, dan penjaminan simpanan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Di bidang moneter BI sebagai anggota KSSK memfokuskan kebijakan suku bunga dan nilai tukar untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian, khususnya guna mengandalkan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.


Sedangkan di bidang fiskal, kinerja APBN menunjukkan tren positif, baik di sisi pendapatan maupun belanja negara, yang mendukung pencapaian target pembangunan 2019. Pemerintah berkomitmen terus mengelola keuangan negara dengan pruden dan transparan.

Sementara itu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terjaga dengan baik yang didukung oleh tingkat permodalan dan likuiditas lembaga jasa keuangan (LJK) yang memadai.

Kemudian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai tren kenaikan suku bunga simpanan secara umum sudah melandai dan stabil, sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas perbankan. Selanjutnya LPS juga melakukan pemantauan dari sisi coverage penjaminan baik nominal dan rekening di mana data terakhir dinilai masih memadai untuk mendukung kepercayaan nasabah kepada sistem perbankan. (kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed