Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Apr 2019 11:20 WIB

22 Rangkaian Kereta Disiapkan untuk Bandara Kulon Progo

Rinto Heksantoro - detikFinance
Foto: Rolan/detikcom Foto: Rolan/detikcom
Purworejo - Pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, DIY diharapkan bisa membantu mengatasi penumpukan penumpang dan membantu masyarakat untuk lebih mudah dalam bepergian. PT KAI menyatakan bahwa adanya bandara tersebut tak mengurangi jumlah calon KA, justru PT KAI sangat mendukungnya.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, dukungan tersebut telah dilaksanakan dengan meng-upgrade stasiun Wojo yang ada di Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo yang merupakan stasiun terdekat dengan YIA. Stasiun tersebut akan menyambung akses antara bandara dengan stasiun.

"Stasiun Wojo telah selesai di-upgrade dan siap melayani calon penumpang pesawat yang nantinya menggunakan kereta bandara dan akan berhenti di Wojo. Dari Wojo untuk menuju ke bandara itu akan disambung dengan kendaraan jalan raya kurang lebih 5 km," kata Edi kepada detikcom di Stasiun Wojo, Rabu (24/4/2019).


Sebelumnya, Edi juga menyatakan pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 22 kereta bandara untuk mengantarkan calon penumpang pesawat. Selain bekerja sama dengan perusahaan bus DAMRI, PT KAI juga berencana menyediakan kendaraan lain seperti shuttle bus untuk memobilisasi calon penumpang pesawat dari stasiun Wojo.

"Untuk angkutan sambungan itu memang ada dua cara, yang satu bekerja sama dengan angkutan yang ada di perkotaan salah satunya DAMRI yang kedua pihak kereta api sendiri yang menyiapkan," lanjutnya.

Selain Wojo, Stasiun Kedundang di Kulon Progo yang telah lama dinonaktifkan bakal dihidupkan kembali sebagai stasiun sub penghubung jalur utama kereta api menuju bandara baru Kulon Progo. Dari stasiun tersebut, nantinya akan dibuat jalur menuju bandara.

Edi sendiri yakin dengan adanya bandara baru tersebut tak akan mengurangi jumlah penumpang KA. Justru dengan adanya kerjasama yang saling mendukung, penumpang KA bisa meningkat.



"Menurut saya si enggak ya (jumlah penumpang KA turun), buktinya misal tahun 2017 kereta api itu ngangkut 394 juta penumpang, 2018 naik malah 425 juta. Jadi sejauh ini belum ada imbas malah meningkat tajam dalam setahun. Intinya kita tidak pernah berfikir bahwa itu bersaing, enggak, kita saling membantu karena kebutuhan masyarakat bepergian itu meningkat," tutupnya.


Simak Juga "Target Kelar April, Bandara Kulon Progo Dikebut Ala Bandung Bondowoso":

[Gambas:Video 20detik]

22 Rangkaian Kereta Disiapkan untuk Bandara Kulon Progo
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed