Rombongan meninjau program pembiayaan ultra mikro (UMi), reaktivasi jalur kereta api Bandung-Cibatu, pengembangan pariwisata Situ Bagendit, serta pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata.
Melalui program pembiayaan UMi masyarakat diberikan pembiayaan, pelatihan dan pendampingan kepada pengusaha ultra mikro di daerah wisata agar dapat memanfaatkan program pengembangan wisata untuk meningkatkan taraf hidupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah pinjam berapa?" tanya Sri Mulyani kepada salah satu nasabah di Situ Bagendit, Garut, Jumat (26/4/2019).
Baca juga: Sri Mulyani Tinjau Fasilitas Riset Bio Farma |
Sang ibu tersebut menjawab bahwa ia sudah dua kali mengajukan pinjaman. Tahap pertama sebesar Rp 2 juta dan tahap kedua Rp 4,5 juta untuk modal usaha makanan.
Sejak pertama kali diluncurkan pada pertengahan tahun 2017 hingga 22 April 2019, secara nasional, pembiayaan UMi telah disalurkan kepada 931.173 debitur, dengan total penyaluran mencapai Rp 2,49 triliun. Untuk Kabupaten Garut, Pembiayaan UMi telah menjangkau 15.058 debitur dengan total penyaluran lebih dari Rp 35 miliar.
Sementara itu, pembangunan jalur kereta api Bandung-Cibatu serta infrastruktur jalan menuju Situ Bagendit memungkinkan kelancaran pergerakan barang dan manusia, sehingga memudahkan akses dari dan ke daerah wisata. Konektivitas daerah wisata diharapkan dapat meningkatkan kesadaran nilai budaya, lingkungan, ekonomi, serta mendorong investasi lokal dan internasional.
Pengalaman wisatawan juga menjadi komponen penting dalam pengembangan daerah wisata, yang dapat mendorong kunjungan kembali para wisatawan serta menaikkan jumlah belanja di daerah wisata. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program seperti akses Wi-Fi gratis, health tourism, dan program UMKM Jawa Barat di daerah wisata Situ Bagendit. Pemerintah juga berkomitmen melakukan pembenahan kawasan ini agar menjadi kawasatan wisata berkelas dunia.











































