Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Apr 2019 11:17 WIB

Jurus Sri Mulyani Jaga Ekonomi RI saat Kondisi Global Murung

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Instagram @smindrawati Foto: Instagram @smindrawati
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa mengelola ekonomi nasional pada tahun 2020 masih akan dihadapkan dengan ketidakpastian global.

Menurut Sri Mulyani, perekonomian global agak murung dan memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian negara berkembang, salah satunya Indonesia. Pada tahun 2020, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,3-5,6%.

"Dari sisi pemerintah kita menjelaskan kenapa angka itu muncul, jadi kalau dilihat pertumbuhan ekonomi itu bisa dilihat dari sisi permintaan dan penawaran, demand dan suplai," kata Sri Mulyani saat Blak-blakan dengan detikcom, Jakarta, Senin (29/4/2019).


Untuk mengejar target tersebut, kata Sri Mulyani harus menjaga tingkat konsumsi rumah tangga tumbuh di atas 5%, tingkat inflasi tetap terjaga di level rendah.

Selanjutnya, perekonomian Indonesia juga harus didorong dengan kinerja investasi dan ekspor yang tinggi. Hanya saja, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku bahwa kinerja investasi dan ekspor akan dihadapkan berbagai tantangan.

Tantangan yang dimaksud adalah kenaikan suku bunga The Fed, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,9% menjadi 3,3%.



"Jadi kita menganggap suasana global agak murung, agak melemah jadi kita harus membuat ekstra effort supaya kita membuat iklim investasi kita menarik," ujar dia.

Sementara ekspor, Sri Mulyani menyebutkan Indonesia harus mampu memperluas pasar. Sebab, ketidakpastian global membuat permintaan perdagangan negara-negara menjadi berkurang.

"Karena lingkungan globalnya menekan atau melemah ini berarti tantangan untuk ekspor jadi lebih tinggi dan kita harus melakukan upaya yang lebih jauh lagi," ujar dia. (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com