Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Apr 2019 14:24 WIB

Bu Sri Mulyani, Enak Jadi Menkeu Zaman SBY atau Jokowi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sri Mulyani Indrawati merupakan wanita yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Wanita yang kerap disapa Ani ini selalu mengemban jabatan yang penting di pemerintahan.

Dia menjabat sebagai Menteri Keuangan di era pimpinan yang berbeda. Pertama, era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kedua, era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lantas, mana yang paling enak dan berkesan menurut Sri Mulyani?

Dia mengaku keduanya memiliki kesan yang sama. Saat menjadi anak buah SBY dan Jokowi, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku memiliki tantangan yang berbeda.


"Dua-duanya saya belajar cukup banyak. Sebetulnya sebagai seseorang yang bekerja dan kita selalu tahu kalau yang kita kerjakan itu sangat penting bagi negara dan bangsa," kata Sri Mulyani saat Blak-blakan dengan detikcom, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Pada era SBY, tantangan yang dihadapi dirinya sebagai Menteri Keuangan adalah tingginya harga minyak dunia yang membuat dirinya sebagai penjaga keuangan negara harus cepat-cepat menyesuaikan APBN.

Penyesuaian dilakukan pada harga bahan bakar minyak (BBM) dan pemerintah harus segera mengimplementasikan program bantuan langsung tunai (BLT) demi menjaga pengeluaran masyarakat.


"Karena yang kita kerjakan itu bukan text book, yang saya kerjakan bukan ngajarin anak-anak di kelas kemudian dipraktekan. Tapi yang namanya keuangan negara, APBN itu dimensi politiknya sangat kental," jelas dia.

Sementara era Presiden Jokowi, wanita yang akrab disapa Ani ini menyebut tantangannya pun berubah. Kali ini, harga minyak mentah terjun payung dari yang sebelumnya meroket.

Hal itu juga yang membuat dirinya langsung melakukan penyesuaian APBN. Apalagi, Sri Mulyani dua kali menjadi Menteri Keuangan, keduanya pun sebagai pemain pengganti. Pertama menggantikan Yusuf Anwar dan kedua menggantikan Bambang Brodjonegoro.

"Sehingga penerimaan negara jatuh pada saat janji membangun infrastruktur banyak sekali. Sehingga dibutuhkan adjusment lagi," ujar dia.

Yang membedakan, pengakuan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini adalah mengenai pemanfaatan media sosial. Waktu era SBY penggunaan media sosial masih terbatas, sedangkan era Jokowi sangat termanfaatkan dengan baik dalam memperlihatkan kesibukannya sebagai Menteri Keuangan.

Meski demikian, wanita kelahiran Tanjung Karang, Lampung ini mengaku kedua Kepala Negara telah memberikan kesempatan untuk belajar banyak hal.

"Saya rasa itu kesan yang saya miliki di antara keduanya. Kalau kesan pribadi setiap pemimpin dilahirkan pada zamannya. Kita mensyukuri saja lha," kata Sri Mulyani. (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed