Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Apr 2019 16:17 WIB

Jokowi Bahas Kabinet, Pengusaha Ingatkan Pertumbuhan Tertahan di 5%

Zakia Liland Fajriani - detikFinance
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani/Foto: Zakia Liland Fajriani/detikcom Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani/Foto: Zakia Liland Fajriani/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yang unggul dalam hitung cepat pilpres 2019 versi sejumlah lembaga survei serta unggul sementara di real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), sudah mulai membicarakan kabinet untuk periode kedua bersama dengan elite-elite tim suksesnya.

Apa kata pengusaha soal itu?

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa para pengusaha berharap agar presiden bisa menentukan orang-orang yang tepat untuk menduduki posisi menteri, khususnya menteri bidang ekonomi.


"Karena di sini kompetensi dan juga kemampuan kompetensi dalam hal bidang yang memang akan diduduki oleh calon menteri tersebut," kata Hariyadi di sela acara seminar nasional di Auditorium Universitas Sahid, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Hariyadi bilang, presiden harus bisa memilih orang yang memiliki terobosan untuk mendorong ekonomi dalam negeri agar bisa meningkat lebih tinggi. Menurutnya, hal itu lah yang paling penting. Sebab, selama ini ekonomi dalam negeri masih stagnan di angka 5%.

"Kemampuan daripada sikap untuk melakukan terobosan-terobosan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi kita ini memang sangat dibutuhkan," jelasnya.

"Jadi memang harus terpilih orang-orang yang mempunyai kemampuan yang harapan kami adalah kalau bisa malah di atas rata-rata. Karena kita sudah cukup lama juga nih kita, pertumbuhan kita yang tertahan di angka 5%" sambungnya.


Hariyadi kembali berharap agar orang-orang yang menduduki menteri ekonomi di periode selanjutnya bisa membawa ekonomi Indonesia jadi lebih unggul ke depannya.

"Kita berharap akan ada pertumbuhan yang signifikan dengan anggota kabinet yang mempunyai kompetensi unggul. Saya meyakini bahwa ke depan ekonomi Indonesia akan tumbuh jauh lebih baik lagi," tutur Hariyadi. (fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed