Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Mei 2019 22:30 WIB

7 Pulau di Kawasan Batam Masih Seret Investasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Menurut Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady tujuh dari delapan pulau di kawasan Batam masih sepi investasi. Padahal, kata Edy, potensi investasi di tujuh pulau tersebut ditaksir mampu menyerap investasi hingga miliaran dolar.

"Pengembangan investasi sebenarnya selama ini terpusat di Batam," kata Edy di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (2/5)2/2019).

Edy menyebut, di kawasan Batam tersebar delapan pulau termasuk Batam sendiri. Adapun, tujuh pulau sisanya adalah Pulau Kelapajernih, Pulau Bulan, Pulau Sugi, Pulau Citlim, Pulau Rempang, Pulau Galang, Pulau Galangbaru.


"Sekarang ini ada 8 pulau tapi hanya di Batam yang sangat maju, padahal 7 pulau lagi masih ada," ujar dia.

Edy mengaku, investasi yang bakal masuk ke tujuh pulau di Batam ini karena soal statusnya. Menurut dia, banyak investor yang ingin menanamkan dananya asalkan status Batam sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK).

Hingga saat ini, status Batam sendiri sebagai zona perdagangan bebas alias free trade zone (FTE). "Fasilitasnya custom bukan spesialisasi ekonomi, padahal yang dibutuhkan lokasi yang diberikan fasilitas KEK kan begitu," ujar dia.


Menurut Edy, keinginan para investor terhadap KEK dikarenakan beragam fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Antara lain daftar negatif investasi (DNI) tidak berlaku, bebas tata niaga, dan kepastian mendapatkan tax holiday atau libur bayar pajak.

Adapun, sektor investasi yang bisa masuk ke tujuh pulau di Batam itu seperti pelabuhan, pergudangan, rumah sakit, universitas, bandara, hingga pusat keuangan. (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com