Pemerintah Tawarkan 18 Blok Migas 5 Oktober

Pemerintah Tawarkan 18 Blok Migas 5 Oktober

- detikFinance
Minggu, 02 Okt 2005 16:07 WIB
Surabaya - Pemerintah akan kembali menawarkan ekplorasi dan pengelolaan blok migas di sejumlah wilayah di Indonesia. Penawaran akan dilakukan pada 5 Oktober dan 21 Oktober 2005 mendatang."Ini yang mau diumumkan. Kita belum tahu kandungannya berapa karena kita tawarkan untuk eksplorasi dan lokasinya campur-campur," kata Dirjen Migas Departemen ESDM Iin Arifin Takhyan kepada wartawan usai acara launching AKR Corporindo Bussines Petroleum di Surabaya, Sabtu (1/10/2005). Menurut Iin tender blok migas yang akan dilakukan pada tanggal 21 Oktober adalah non second round reguler tender. "Ini yang direct offer jumlahnya ada 18 blok, sedangkan yang reguler tender ada 11 blok," kata Iin. Lokasinyanya, kata Iin antara lain berada di wilayah, Sulawesi, Natuna dan Indonesia Timur. Peminatnya, kata Iin, cukup banyak baik dari investor lokal maupun asing."Dari bid document yang diambil ada 77 investor. Ada juga yang mega major (perusahaan besar-red) ikut juga," ujar Iin.Dalam kesempatan itu juga Iin menyatakan, pemerintah telah mendesak kepada ConocoPhilips untuk memproduksi lapangan gas Blok A (NAD). Selain itu, Conoco juga didesak untuk segera menyatakan sikapnya, apakah jadi atau tidak menjual sahamnya."Kita sudah mendesak. Apalagi Exxon juga sudah mau menjual saham dan telah membuka data roomnya. Peminatnya cukup banyak," kata Iin. Iin mengungkapkan, yang terjadi saat ini adalah Conoco masih melakukan negosiasi dengan pembeli untuk pengelolaan Blok A sehingga masih pengelolaannya tertunda. AKR Salurkan BBMPT AKR Corporindo mulai terjun ke dunia bisnis BBM. Perusahaan yang sebelumnya bergerak dalam bisnis kimia ini mulai menyalurkan BBM ke sektor industri di Jawa Timur. AKR Corporindo adalah perusahaan pertama di Indonesia yang memasarkan BBM yang sebelumnya dimonopoli oleh pemerintah.Dalam acara launching itu, Presiden Direktur PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menyatakan, keberanian AKR menjalankan bisnis BBM ini sebagai implementasi dari UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Dimana pihak swasta diperkenankan untuk terjun ke dunia bisnis BBM. BBM yang ditawarkan AKR, adalah BBM yang diimpor dari Singapura dengan mutu terbaik. "Soal harga kita tidak lebih murah dari Pertamina dan menggunakan Midle Oil Plat Singapore (MOPS)+alpha," katanya.Jenis BBM yang dipasok AKR adalah jenis HSD atau yang biasa disebut dengan solar. "Kita saat ini memasok BBM kepada 2000 industri besar dan kecil di Jawa Timur yang memang sebelumnya telah menjadi pelanggan kita dalam bisnis bahan kimia," ujar Haryanto.Sementara Chief Operating Officer PT AKR Bambang Sutiono dalam acara peluncuran perdana BBM yang disalurkan AKR ke sektor industri sebelumnya menyatakan, kapasitas BBM di storage AKR di Pelabuhan Jeti, Tanjung Perak, Surabaya dapat memuat 10 ribu kilo liter. Rencananya AKR juga akan membangun kilang penampungan di Semarang, Jakarta dan beberapa daerah lainnya. "Sumber pembiayaan pembangunan storage ini kita dapatkan dari internal perusahaan," katanya."Kita bisa jamin BBM yang kita salurkan berkualitas. Semunya dikontrol dan dikunci saat delivery, sehingga tidak mungkin dicampur-campur," ujarnya. Pasokan BBM untuk industri di Jatim didapatkan dari BP Singapura. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads