Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 04 Mei 2019 17:15 WIB

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Pemerintah Lepas Tangan?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan menurunkan harga tiket pesawat sebelum musim mudik lebaran 2019. Hal ini dilakukan karena harga tiket pesawat di dalam negeri masih terlalu mahal.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan pemerintah tidak bertanggung jawab dengan masalah harga tiket pesawat ini.

Pasalnya harga tiket tak kunjung turun meski peak season telah berakhir.

"Pemerintah sengaja lepas tangan, Lebaran itu kan permintaan tinggi dan secara musiman harga tiket seluruh moda transportasi naik, tiba tiba tiket pesawat murah, saya ragu," ujar Bhima kepada detikFinance, Sabtu (4/5/2019).

Bhima bilang, faktor musiman jelang lebaran justru membuat harga tiket pesawat semakin naik dan menyumbang inflasi secara konsisten.



Hal ini menurut dia, sengaja membuat masyarakat untuk pindah moda ke transportasi darat.

"Kuat dugaan ini kesengajaan untuk isi jalan tol trans Jawa yang kosong. Bisa juga untuk dorong pertumbuhan kredit kendaraan pribadi biar kredit kendaraan naik. Jadi ada skenario jahat dibalik mahalnya harga tiket," imbuh dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan harga tiket pesawat dari April 2018 ke April 2019. Bahkan, mahalnya tiket pesawat menjadi salah satu faktor utama penyumbang inflasi dan menyebabkan penumpang angkutan penerbangan mengalami penurunan.

Pada April 2019 harga tiket pesawat naik 11% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 (year on year/yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan mahalnya tiket pesawat memberikan andil terhadap inflasi April 2019 sebesar 0,03%.

"Inflasi April 2019 0,44%, andil tarif angkutan terhadap inflasi 0,03%," kata Suhariyanto.

Jika secara tahunan, kata Suhariyanto, andil tiket angkutan penerbangan terhadap inflasi April 2019 sebesar 0,31% atau setara dengan kenaikan harga sebesar 11%.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com