Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 05 Mei 2019 13:03 WIB

Viral Kabar Tarif Go-Jek Turun, Benarkah?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
FOKUS BERITA Tarif Baru Ojek Online
Jakarta - Pemberlakukan ketentuan tarif ojek online (ojol) menjadi kembali seperti semula viral di sosial media. Dalam sebuah akun Instagram @dramaojol.id disebutkan, salah satu aplikator ojol Go-Jek mengumumkan Ketetapan Tarif Layanan Go-Ride.

Seperti dikutip detikFinance, Minggu (5/5/2019), pengumuman tersebut ditujukan pada para sopir atau driver Jabodetabek. Dijelaskan, setelah melakukan uji coba penyesuaian tarif yang berlaku sejak 1 Mei 2019 dan memonitor respons kondisi pasar, Go-Jek perlu menimbang kembali Pedoman Biaya Jasa Ojek Online dari pemerintah demi memastikan keberlangsungan layanan Go-Ride untuk seluruh mitra ke depannya.

Selanjutnya, dalam keterangan itu disebutkan, mulai 4 Mei 2019 tarif Go-Ride (sebelum potongan) akan kembali seperti semula. Di mana, tarif dasar 0-9 kilometer (km) Rp 1.900/km dan setelah 9 km dipatok Rp 3.000/km. Tarif minimumnya ialah Rp 9.000/order.


Saat ditanya mengenai kebenaran hal tersebut, pihak Go-Jek belum memberikan keterangan yang jelas. Go-jek menyatakan akan memberikan statmen resmi.

"Saya kirim statment kami," kata VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Reza Say kepada detikFinance, Minggu (5/5/2019).

Namun, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, hal itu meresahkan para driver.

"Iya benar. Bikin gejolak di driver," katanya.


Atas kondisi tersebut, Igun pun mengatakan driver akan menggelar aksi. Dia bilang, para driver seolah dipermainkan oleh ketentuan tarif ini.

"Mungkin akan ada aksi massa ke aplikator maupun ke Kemenhub (Kementerian Perhubungan) karena Kepmenhub Nomor 348/2019 tentang tarif ojol yang dibuat seperti permainkan driver," paparnya.

Sebagaimana diketahui, tarif baru ojol berlaku 1 Mei 2019. Pada tahap awal, tarif ini berlaku untuk 5 kota yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Tarif ini terbagi 3 zona. Khusus untuk Jabodetabek, biaya jasa minimal untuk 4 km pertama ialah Rp 8.000 hingga Rp 10.000. Artinya, dekat-jauh selama belum melewati 4 km dikenakan tarif Rp 8.000-Rp 10.000. Kemudian, untuk per km ditetapkan batas bawah Rp 2.000 dan batas atas Rp 2.500.

Tarif biaya minimal, batas bawah dan atas sudah mendapat potongan 'tidak langsung' berupa jasa aplikasi. Pemerintah sendiri membatasi jasa aplikasi sebesar 20%.

Lebih lanjut, jika kembali memakai tarif lama atau tarif sebelum 1 Mei, maka yang diterima oleh driver ialah Rp 1.500 hingga Rp 1.600 per km. Sebab, dalam pengumuman itu disebutkan tarif per km Rp 1.900 ialah tarif sebelum potongan. Igun menyebut, tarif potongan sebesar 20%.

Artinya, dengan kembali ke tarif lama maka tarif ojol turun sekitar Rp 400, dari Rp 2.000/km menjadi Rp 1.600/km.

(zlf/zlf)
FOKUS BERITA Tarif Baru Ojek Online
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com