Hari Pertama Puasa, Driver Go-Jek Ancam Mogok Narik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 06 Mei 2019 02:24 WIB
Hari Pertama Puasa, Driver Go-Jek Ancam Mogok Narik
Foto: detikINET/Ari Saputra

Kabar mengenai ketentuan tarif Go-Jek kembali seperti semula dibenarkan oleh Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono. Menurutnya, hal itu meresahkan para driver.

"Iya benar. Bikin gejolak di driver," katanya kepada detikFinance, Minggu (5/5/2019).

Sebagaimana diketahui, tarif baru ojol berlaku 1 Mei 2019. Pada tahap awal, tarif ini berlaku untuk 5 kota yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Tarif ini terbagi 3 zona. Khusus untuk Jabodetabek, biaya jasa minimal untuk 4 km pertama ialah Rp 8.000 hingga Rp 10.000. Artinya, dekat-jauh selama belum melewati 4 km dikenakan tarif Rp 8.000-Rp 10.000. Kemudian, untuk per km ditetapkan batas bawah Rp 2.000 dan batas atas Rp 2.500.

Tarif biaya minimal, batas bawah dan atas sudah mendapat potongan 'tidak langsung' berupa jasa aplikasi. Pemerintah sendiri membatasi jasa aplikasi sebesar 20%.

Lebih lanjut, jika kembali memakai tarif lama atau tarif sebelum 1 Mei, maka yang diterima oleh driver ialah Rp 1.500 hingga Rp 1.600 per km. Sebab, dalam pengumuman itu disebutkan tarif per km Rp 1.900 ialah tarif sebelum potongan. Igun menyebut, tarif potongan sebesar 20%.

Artinya, dengan kembali ke tarif lama maka tarif ojol per km turun sekitar Rp 400, dari Rp 2.000/km menjadi Rp 1.600/km.