Indonesia Kebagian, Libya Beri Izin Eksplorasi 44 Perusahaan
Senin, 03 Okt 2005 10:47 WIB
Jakarta - Negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di Afrika, Libya, mengizinkan 44 perusahaan minyak terutama dari Asia dan Eropa untuk melakukan eksplorasi. Indonesia yang diwakili Petromine pun kebagian jatah.Pada tahap awal sebelumnya, Libya telah mengizinkan sejumlah perusahaan minyak, terutama dari AS, untuk melakukan eksplorasi. Secara total tercatat 51 perusahaan akan 'memburu' minyak di negara yang dipimpin oleh Moamar Khadafi tersebut.Perusahaan minyak nasional Libya mengizinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan eksplorasi bersama dengan perusahaan nasional Libya setelah membayar US$ 103 juta.Perusahaan-perusahaan yang mendapat izin eksplorasi tersebut antara lain lima perusahaan Jepang, termasuk Mitsubishi dan Nippo Petroleum, yang menerima paling tidak satu izin eksplorasi.Sementara Eni Gas dari Italia mendapatkan 4 izin eksplorasi, British Gas 3 izin eksplorasi, Total Perancis 1 izin eksplorasi, dan CNBC Cina 1 izin. Sedangkan India Oil dan Oil India, Statoil Norwegia dan Petromine Indonesia masing-masing mendapatkan satu izin.PM Libya Shukri Ghanem kepada AFP, Senin (3/10/2005) mengatakan, dirinya menyambut baik 'partisipasi besar' dalam tender tersebut. Ia menegaskan, hanya satu perusahaan AS, yakni ExxonMobil, yang memperoleh izin berkat 'tawaran yang lebih menggiurkan' ketimbang perusahaan lainnya.Sebelumnya, sejumlah negara Eropa memprotes kebijakan Tripoli yang memberikan izin eksplorasi kepada mayoritas kepada perusahaan AS dalam 40 tahun terakhir.Cadangan minyak Libya saat ini mencapai 36 miliar barel, bahkan disebut-sebut mencapai 100 miliar barel. Libya telah menyatakan keinginannya menginvestasikan US$ 30 miliar dalam periode 10 tahun untuk meningkatkan produksi minyaknya.
(qom/)











































